Balikpapan (ANTARA Kaltim) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Balikpapan tidak menempatkan mobil pemadam kebakaran di wilayah Hutan Lindung Sungai Wain, Kebun Raya Balikpapan maupun Hutan Lindung Daerah Aliran Sungai Manggar.

Kepala BPBD Balikpapan Suseno di Balikpapan, Sabtu, mengatakan penempatan mobil pemadam melihat situasi yang mendesak di lapangan. "Mudah-mudahan ke depan sudah turun hujan sehingga mengurangi potensi terjadinya kebakaran," ujarnya.

Menurut dia, keterbatasan jumlah petugas pemadam kebakaran yang dimiliki BPBD dan keharusan juga bersiaga di kota membuat petugas membuat skala prioritas.

Dia menegaskan yang terpenting anggotanya bersama satuan lainnya siap terjun dan bahu membahu melakukan pemadaman kebakaran hutan.

"Intinya pada saat diperlukan kami siap untuk aksi di lapangan. Yang pentingkan komunikasi," sambungnya.

Sekali lagi Suseno menegaskan bahwa BPBD telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pelaksana dan pengawas Hutan Lindung Sungai Wain serta Kebun Raya Balikpapan. BPBD juga telah melatih para petugas di HLSW dan HLSM penanggulangan bencana kebakaran di hutan belum lama ini.

"Jadi di lapangan mereka membantu kami dan kami pun membantu mereka," ujarnya.

Hingga pertengahan Oktober ini, titik-titik api terus bermunculan di Kalimantan Timur. Titik api terutama muncul di kecamatan Kutai Kartanegara, yaitu di Loakulu, Marangkayu, Muarakaman, Muaramuntai dan sepanjang Penajam Paser Utara dan Paser, hingga ke batas Kalimantan Selatan.

Menurut data BMKG yang dirilis akhir pekan ini, Kecamatan Penajam, Waru, dan Babulu di Penajam Paser Utara, kemudian Muara Samu, Longkali, Longikis, Kuaro, Batu Engau, hingga Batu Sopang yang menjadi bagian Kabupaten Paser merupakan pemberi andil utama kabut asap di Kaltim dengan luasan lahan yang terbakar sangat luas.  (*)

Pewarta: Novi Abdi

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2015