Dinas Sosial Kota Balikpapan menyiapkan sebanyak 365 agen perlindungan sosial (Perlinsos) yang tersebar di seluruh wilayah setempat untuk mengawal digitalisasi bantuan sosial.
"Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Pemkot Balikpapan menyiapkan 365 agen Perlinsos yang tersebar di seluruh wilayah kota," kata Kepala Dinas Sosial Balikpapan Arfiansyah, Sabtu (30/5).
Arfi menjelaskan, setiap kelurahan di Kota Minyak ini akan diperkuat oleh sepuluh orang petugas lapangan.
"Tim tersebut bertugas memberikan pendampingan langsung kepada warga yang membutuhkan bantuan teknis," jelasnya.
Ia memaparkan, petugas lapangan terdiri atas tujuh aparatur sipil negara (ASN) dan tiga orang mitra Perlinsos daerah.
"Mitra Perlinsos itu meliputi personel pusat kesejahteraan sosial (Puskesos), pekerja sosial masyarakat (PSM), dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK)," terangnya.
Dia mengemukakan, para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) juga ikut dilibatkan dalam tim kemitraan tersebut. Sementara itu, pihak dinas menyiapkan masing-masing empat orang agen untuk bertugas di tingkat kecamatan.
"Seluruh agen tersebut nantinya akan mendapatkan akses khusus ke portal Perlinsos setelah didaftarkan ke pemerintah pusat," lanjut Arfi.
Rangkaian kegiatan pendampingan tersebut, katanya, akan dimulai pada Selasa, 2 Juni mendatang. Seluruh agen Perlinsos akan mengikuti bimbingan teknis secara serentak pada hari yang sama.
Sebagian agen akan mengikuti pembekalan di Aula Balai Kota Balikpapan. Sebagian petugas lainnya akan mengikuti bimbingan teknis serupa di Aula Gedung Bank Indonesia.
Menurut Arfi , para petugas akan memulai proses registrasi masyarakat di setiap kelurahan dan kecamatan pada 4 Juni. Pihak dinas meminta aparatur terbawah untuk menyiapkan data pendukung demi kelancaran registrasi.
"Ketua RT diminta menyiapkan data terbaru kepala keluarga di wilayah masing-masing, sementara pihak kelurahan diminta memastikan kesiapan sarana dan prasarana pelayanan," tutur Arfiansyah.
Dia menyampaikan, integrasi data berbasis digital ini diharapkan membuat validasi penerima bantuan menjadi lebih akurat. Sistem baru tersebut membuat penyaluran bantuan sosial dapat berjalan lebih cepat.
"Melalui digitalisasi ini, data penerima bantuan sosial menjadi lebih valid sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan secara lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran," kata Arfiansyah. (Adv/ Diskominfo Balikpapan)
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2026