Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur secara tanggap mendirikan fasilitas dapur umum untuk memenuhi kebutuhan permakanan para korban terdampak pascakebakaran hebat di Kabupaten Paser.

"Mulai hari ini kita mendirikan dapur umum untuk pemenuhan kebutuhan permakanan entitas bencana kebakaran yang menghanguskan 45 rumah, di mana 58 kepala keluarga dan 173 jiwa terdampak," ujar Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kaltim Achmad Rasyidi mewakili Kepala Dinas Andi Muhammad Ishak saat dihubungi di Samarinda, Jumat malam.

Pendirian dapur umum darurat tersebut merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor antara Dinas Sosial Provinsi Kaltim, Dinas Sosial Kabupaten Paser, Tagana Kaltim, beserta aparat desa setempat.

Pada pengoperasian hari pertama, tim gabungan di lapangan langsung bergerak cepat menyiapkan sebanyak 370 porsi makanan siap santap khusus untuk kebutuhan berbuka puasa.

"Setelah selesai mendistribusikan hidangan berbuka puasa, seluruh tim relawan akan kembali mematangkan persiapan guna memasak kebutuhan makan sahur bagi warga yang kehilangan tempat tinggal tersebut," papar Rasyidi.

Fasilitas pelayanan dapur umum ini dipastikan akan terus disiagakan dan beroperasi penuh hingga beberapa hari ke depan sesuai dengan eskalasi kebutuhan harian di lapangan.

Baca juga: Dinsos Kaltim fokus kecocokan data kemiskinan

Sembari memastikan pasokan makanan warga terjamin dengan baik, tim petugas terus bersiaga melakukan pendataan komprehensif serta kaji cepat kebencanaan di area terdampak.

"Langkah kaji cepat sangat krusial dilakukan guna mengidentifikasi secara akurat berbagai kebutuhan mendesak lainnya yang mungkin sangat diperlukan oleh masyarakat saat ini," ungkap Rasyidi.

Peristiwa kebakaran besar ini sebelumnya telah melanda permukiman padat penduduk di Desa Muara Adang, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, pada Kamis (26/2) sore.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, musibah tersebut diduga kuat berawal dari percikan api sebuah petasan yang sedang dimainkan.

Percikan api dari petasan tersebut secara tidak sengaja langsung menyambar tumpukan barang mudah terbakar di salah satu kios bahan bakar minyak (BBM) eceran milik warga.

Akibat banyaknya bahan pemicu, api seketika membesar secara tidak terkendali dan dengan cepat merembet ke bangunan lain yang mayoritas terbuat dari material kayu.

Baca juga: Dinsos Kaltim imbau warga terdampak nonaktif PBI-JKN segera reaktivasi

Pewarta: Ahmad Rifandi

Editor : Imam Santoso


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2026