Operasi gabungan lintas instansi sebagai pola pengawasan dan pengamanan Ramadhan, Idul Fitri hingga arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

"Pemerintah kabupaten ingin memberikan rasa aman dan kondusif selama puasa sampai arus balik Lebaran," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Penajam Paser Utara Alimuddin ketika ditanya mengenai kesiapan pengamanan arus mudik dan balik lebaran di Penajam, Jumat.

"Operasi gabungan lintas instansi diterapkan untuk memberikan rasa aman dan kondusif itu," tambahnya.

Sejumlah instansi di Kabupaten Penajam Paser Utara yang tergabung, antara lain Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Aji Putri Botung.

Kemudian juga terlibat Kepolisian Resor (Polres), serta Jasa Raharja, jelas dia untuk memaksimalkan pengamanan, pengawasan kepada masyarakat selama rangkaian hari besar keagamaan umat Muslim.

Koordinasi dan kewaspadaan bakal lebih ditingkatkan saat arus mudik dan balik Idul Fitri, lanjut dia, terutama pengawasan dan pengamanan wilayah diprediksi mengalami lonjakan kendaraan.

Sebanyak 30 personel disiagakan untuk melakukan patroli secara rutin guna mengantisipasi kepadatan dan potensi kecelakaan, terutama saat arus mudik dan balik Lebaran.

Jalur mudik dan balik Idul Fitri di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, di antaranya pelabuhan kapal kayu dan kapal cepat, serta pelabuhan feri, jalan di wilayah Kelurahan Petung dan simpang Silkar, juga jalan ke arah Kecamatan Waru hingga Kecamatan Babulu.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mendirikan dua posko pengawasan dan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026, kata Alimuddin, yaitu di area pelabuhan feri dan di wilayah Kelurahan Petung.

Baca juga: BBPJN Kaltim siapkan posko layanan mudik lebaran 2026

Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan

Editor : Imam Santoso


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2026