Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) menggandeng pemerintah daerah dalam menggencarkan langkah transformatif untuk melahirkan 1.000 desa dan kelurahan digital yang mandiri dan berdaya karya di wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
“Kita perlu manfaatkan program ini sebaik-baiknya, karena banyak sekali manfaatnya buat masyarakat,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda Aji Syarif Hidayatullah di Samarinda, Kamis.
Ia memberikan contoh bagaimana digitalisasi dapat mengangkat ekonomi warga. Seperti ketika geliat nelayan di sebuah kampung misalnya banyak memancing ikan di danau. Kemudian diunggah siaran langsung di TikTok atau Facebook.
"Ya mungkin dulunya ikannya cuma laku Rp10.000 per kilogram, bisa dijual Rp20.000 dan banyak yang membeli. Dari ribuan yang menyaksikan, pasti ada yang tertarik dengan ikan segar yang masih loncat-loncat itu,” ucap Syarif.
Ia menambahkan, potensi serupa juga berlaku bagi usaha kuliner lokal. Syarif mengibaratkan kampung ini yang mungkin tidak dikenal orang dulunya, sekarang pasti akan menjadi ramai kalau semua masyarakat yang berdagang dengan memaksimalkan platform digital.
"Upaya ini merupakan wujud komitmen Indosat dalam pemerataan infrastruktur digital hingga ke wilayah yang sebelumnya belum terjangkau secara optimal," kata EVP Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Swandi Tjia.
Peluncuran perdana Program 1.000 Desa Digital dilaksanakan secara simbolis di Bendungan Lempake, Samarinda, pada hari Kamis ini. Peresmian dilakukan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aji Syarif Hidayatullah yang mewakili Walikota Samarinda.
Dalam tahap awal, Indosat menggandeng Koperasi Merah Putih (KMP) Lempake sebagai mitra untuk memastikan program ini menyentuh langsung denyut nadi perekonomian lokal.
Swandi Tjia menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan kemandirian. “Program 1.000 Desa Digital sejalan dengan inisiatif pemerintah untuk menjadikan koperasi sebagai soko guru ekonomi lokal," ucapnya.
Kedua, Sekolah Digital yang memberdayakan generasi masa depan, pilar ini fokus pada pemerataan akses internet di sekolah-sekolah pedesaan.
Siswa kini dapat menjelajahi dunia pengetahuan tanpa batas, sementara para guru dapat menerapkan metode pembelajaran inovatif dan interaktif, melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing.
Ketiga, Pasar Digital sebagai puncak pemberdayaan ekonomi, pilar ini mentransformasi pasar tradisional menjadi pusat ekonomi modern.
Pelaku UMKM dan pedagang lokal dibekali kemampuan untuk memasarkan produk secara daring, mengadopsi transaksi digital, dan mendapatkan pelatihan intensif agar mampu menembus pasar yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan secara signifikan.
Melalui sinergi ketiga pilar tersebut, Indosat optimistis Program 1000 Desa Digital akan menjadi katalisator yang mempercepat lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis teknologi dari desa.
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2025