Wakil Bupati Kabupaten Kutai Timur Mahyunadi  meminta kepada Kepala Desa untuk melakukan tes urine  terhadap aparat pemerintahan desa.

"Kita harapkan pegawai atau aparat di pemerintahan desa harus bersih, pegawai yang bersih pasti akan menciptakan pemerintah yang bersih," katanya di Sangatta, Rabu (16/7).

Dia menyebutkan Desa Marukangan, Kecamatan Sandaran untuk mengawali dan menjadi pilot project pertama pemerintah desa yang melaksanakan kegiatan tes urine terhadap aparatur desa.

Mahyunadi  menginginkan program tersebut  diterapkan pada seluruh pemerintah desa se-Kabupaten Kutai Timur. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam melaksanakan program tes urine  bagi aparatur desa.

"Saya menyambut baik kegiatan ini, tinggal apakah mereka berani memberikan hukuman terhadap orang-orang yang terindikasi melakukan penyalahgunaan narkoba," katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kutim Ahmad Basuni mengatakan melakukan pendampingan kepada setiap pemerintah desa yang akan melakukan tes urine.

"Ini terobosan baru, semoga Desa Marukangan dapat menjadi percontohan desa lainnya," ucapnya.

Menurutnya biaya untuk kegiatan tes urine tersebut dimasukkan dalam anggaran desa. Akan tetapi, harus ada musyawarah desa yang melakukan penganggaran untuk kegiatan tersebut.

Basuni menuturkan pihaknya akan melakukan arahan kepada setiap pemerintah desa menjalankan tes urine terhadap aparatur desa untuk menghindari penyalahgunaan narkotika.

Sementara itu Kepala Desa Marukangan Endi Haryanto melaporkan kegiatan tes urine di lingkungan pemerintah desanya dilaksanakan pada Selasa (15/7).

"Kami memberanikan diri, untuk menjadikan pemerintah desa yang bersih dari narkoba. Kami lakukan secara dadakan di kantor desa," ungkapnya.

Ia mengungkapkan dari sebanyak 43 aparatur desa yang melakukan tes urine secara dadakan, enam orang  diantaranya didapati positif narkoba. Pihaknya langsung memberikan tindakan tegas bagi aparatus desa yang terindikasi melakukan penyalahgunaan narkoba.

"Enam orang yang positif  narkoba langsung kami beri hukuman untuk diberhentikan dalam pemerintah desa," tegasnya.

Endi menambahkan kegiatan tes urine tersebut bekerja sama dengan Puskesmas Sandaran dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kutim.

Pewarta: Muhammad Hafif Nikolas

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2025