Loa Kulu  (ANTARA Kaltim) -  Petani di Provinsi Kaltim hingga kini baru mampu mencukupi 95,48 persen kebutuhan beras bagi warga setempat, yakni sekitar 354 ribu ton beras, sedangkan kebutuhannya sekitar 434,7 ton, sehingga harus membeli dari daerah lain.

"Untuk diketahui, kondisi pemenuhan pangan berbasis lokal di Kaltim, untuk beras baru terpenuhi 95,48 persen dan jagung 71,53 persen," ujar Wakil Gubernur Kaltim Mukmin Faisyal saat melakukan tanam padi perdana di Desa Rempanga, Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin.

Dia berharap dengan dilakukannya penanaman padi di Loa Kulu, maka ke depan akan menghasilkan padi yang baik dan hasilnya melimpah sehingga Kaltim dapat swasembada beras.

Sasaran swasembada usaha pertanian ke depan juga akan ditargetkan untuk produksi palawija seperti jangung dan kacang-kacangan, serta hasil usaha peternakan sapi, kerbau, kambing, babi, rusa, ayam ras, ayam buras, itik, angsa dan lainnya.

Penanaman padi di Loa Kulu juga akan semakin memantapkan kawasan itu sebagai salah satu daerah yang potensial tanaman padi yang ada di Kutai Kartanegara. Karena itu, di musim kemarau yang cukup menyulitakan sebagian petani di Kaltim ini, dia mengajak semua warga berdoa, semoga penanaman padi ini tidak terganggu oleh kemarau dan hujan segera datang.

Dia juga mengatakan pembangunan pertanian dalam arti luas merupakan salah satu prioritas pembangunan Kaltim, selain peningkatan sumber daya manusia dan pembangunan infrastruktur.

Pertanian dalam arti luas menjadi pokok perhatian Kaltim karena daerah ini memiliki potensi yang cukup besar, sehingga potensi ini dapat digunakan untuk pertanian tanaman pangan dan hortikultura lain.

Provinsi Kaltim bertekad memenuhi swasembada pangan dengan ketersediaan padi, jagung, kacang kedelai, ubi kayu, daging sapi dan ikan, serta sayur mayur dan hortikultura lainnya sampai tahun 2018, sehingga Kaltim tidak lagi tergantung pada pasokan daerah lain. (*)

Pewarta: M.Ghofar

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2014