Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) berupaya mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di kawasan Kota Nusantara dan di daerah penyangga atau mitra ibu kota negara baru Indonesia itu.
 
"Lahan yang ada di kawasan kota sekitar 75 persen dari 256 ribu hektare jadikan kawasan hijau," kata Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN Alimuddin di Penajam, Kamis.
 
Konsep pembangunan tersebut semakin memudahkan pelaku parekraf untuk menggunakan sisi ekologi yang ada di kawasan hijau Kota Nusantara, lanjut dia, sebagai pengembangan bisnis ke depan.
 
Selain melakukan pengembangan, OIKN juga melakukan pemberdayaan wisata parekraf yang sudah ada di Provinsi Kalimantan Timur agar naik kelas dan semakin dikenal secara luas.
 
Wisata lokal di sekitar Kota Nusantara yang telah memiliki nama, ungkap dia, antara lain wisata Pulau Derawan, Pulau Maratua, maupun konservasi orangutan di Samboja (Borneo Orangutan Survival Foundation) yang dapat dilakukan pemberdayaan.
 
"Kami sudah melakukan peningkatan untuk pariwisata dan pengenalan ekonomi kreatif sejalan dengan pembangunan Kota Nusantara," tambahnya.
 
Parekraf yang dikembangkan di kawasan Kota Nusantara dan di daerah mitra ibu kota negara baru Indonesia dengan basis ekowisata (ekoturisme).
 
Artian Parekraf berbasis ekowisata itu berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal, serta aspek pembelajaran dan pendidikan.
 
Pengembangan sumber daya masyarakat di kawasan Kota Nusantara, kata dia, khususnya untuk menunjang parekraf berbasis ekowisata sudah dilakukan secara bertahap.
 
Kemudian sedikitnya 417 usaha kecil mikro kecil menengah binaan OIKN telah difasilitasi dan diajukan sertifikasi seperti kemampuan ekspor dan kehalalan.
 
OIKN juga memberikan pelatihan terhadap lebih kurang 100 masyarakat di kawasan Kota Nusantara dan di daerah penyangga ibu kota negara baru Indonesia menyangkut sektor hubungan antara tamu dan tuan rumah (hospitality) sebagai penunjang parekraf, kata Alimuddin. 

Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan

Editor : M.Ghofar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2024