Perum LKBN ANTARA memaparkan kiat-kiat penyuntingan konten audio-visual kepada sejumlah pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur guna menunjang pembangunan daerah.

Penyunting konten video Redaksi ANTARA Sandy Arizona, di Samarinda, Selasa, menyampaikan kegiatan penyuntingan video merupakan penentu hasil produksi pewarta dan kamerawan yang telah mengambil rekaman audio-visual dari lapangan.

Pada pelatihan bertajuk "Bimbingan Teknis II Penulisan Berita, Pengambilan Gambar dan Video" oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda itu, Sandy memaparkan langkah-langkah penyuntingan konten audio-visual, seperti konten video liputan lempang (hardnews), dan video liputan feature (softnews).

"Perbedaan editor video untuk konten publik dibanding konten personal atau pemengaruh, yaitu kepatuhan pada kaidah etika publik, bahkan kalau perlu mengikuti kode etik jurnalistik," katanya.

Sandy mencontohkan perbedaan itu tampak misalnya pada penyortiran gambar-gambar yang menunjukkan tindakan kekerasan, sensualitas, hingga seperti kegiatan merokok.

Baca juga: ANTARA paparkan kiat produksi rilis efektif ke Kemenkumham Kaltim
 
Penyunting konten video Redaksi ANTARA Sandy Arizona memberikan materi dasar-dasar penyuntingan konten video untuk pemberitaan. (ANTARA/Ahmad Rifandi)


"Seorang editor video harus paham aturan-aturan agar tidak ada gambar yang menimbulkan dampak dikomplain, atau bahkan kecaman. Itu karena editor video ikut mempertanggungjawabkan karya dari reporter dan kamerawan yang telah dipublikasikan," katanya.

Kepada sekira 60 peserta pelatihan, Sandy menekankan penggunaan gambar dengan teknik kamera cenderung tidak diperlukan pada berita hardnews, begitupula untuk penambahan efek dan musik latar.

"Pakailah perangkat lunak penyunting video yang paling sering digunakan atau mudah digunakan seperti di ponsel pintar, sebelum menggunakan alat-alat yang lebih kompleks lewat komputer," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Diskominfo Kota Samarinda Aji Syarif Hidayatullah berharap pelatihan itu dapat meningkatkan kompetensi para pegawai, baik dari organisasi perangkat daerah hingga kelurahan, untuk mengelola media pemberitaan, hingga media sosial.

"Dengan begitu, semua kegiatan pembangunan di pemerintah kota dapat terpublikasi dan diketahui masyarakat luas," kata pria yang akrab disapa Dayat itu.

Baca juga: Gubernur Kaltim: ANTARA lanjutkan pemberitaan postif IKN-Pemilu

Pewarta: Ahmad Rifandi

Editor : Imam Santoso


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2023