Samarinda (ANTARA Kaltim) - Pemprov Kalimantan Timur melalui intansi terkait terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar bisa tertib berlalulintas.

Sebab, manfaatnya sangat besar dan sosialisasi dilakukan kepada kalangan pelajar, para sopir, maupun masyarakat umum.

"Banyak cara yang kami tempuh dalam sosialisasi, di antaranya dengan menggelar pemilihan pelajar pelopor keselamatan berlalulintas, pemilihan sopir tauladan, memasang spanduk tertib berlalulintas, dan lainnya," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Zairin Zain di Samarinda, Sabtu.

Pemilihan pelajar pelopor keselamatan dan sopir tauladan itu dilakukan setiap tahun, bahkan pada Oktober 2013, pelajar SMA asal Balikpapan yang menjadi juara I tingkat Provinsi Kaltim, kemudian mengikuti ajang yang sama di tingkat nasional dan berhasil menjadi juara II.

Pelajar itu bernama Annisa Humaira. Ia berhasil menjadi juara II tingkat nasional dalam lomba Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang digelar akhir Oktober di Jakarta.

Keberhasilan pelajar asal Kaltim dalam ajang ketertiban berlalulintas ini menunjukkan bahwa remaja tersebut dalam kesehariannya taat atau tertib berlalulintas, hal ini juga menunjukkan perilaku yang baik di jalan sehingga diharapkan pelajar lainnya mampu mencontoh sikap Annisa.

Dia mengaku, terus berupaya memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk membiasakan berlalulintas yang baik. Hal ini merupakan salah satu dukungan demi menyukseskan program pemerintah pusat guna mempelopori gerakan keselamatan berlalulintas di Kaltim.

Tertib lalu lintas di jalan merupakan hal yang utama demi menghindari adanya kecelakaan yang dapat menimbulkan kerugian, cidera dan meninggalnya orang di jalan, termasuk menghindari kerugian akibat kendaraan yang rusak.

Apalagi angka kecelakaan di Kaltim masih cukup tinggi. Berdasarkan data yang ada, pada 2012 di Kaltim terdapat 249 kasus kecelakaan dan 73 orang di antaranya meninggal dalam tragedi itu, kemudian pada 2013 terdapat 205 kasus kecelakaan yang 85 orang di antarannya meninggal dunia.

Secara keseluruhan, tingginya angka kecelakaan di Kaltim tersebut disebabkan empat faktor, yakni kelalaian manusia, kondisi kendaraan yang remnya blong, kondisi jalan, dan cuaca ketika hujan yang mengakibatkan jalan licin.

Hampir 80 persen angka kecelakaan yang terjadi di sejumlah daerah di Provinsi Kaltim diakibatkan karena faktor manusia, sedangkan sisanya yang sekitar 20 persen karena faktor jalan, seperti jalan licin, jalan berlubang, belum adanya rambu lalu lintas, dan lainnya.

Sedangkan angka kecelakaan akibat faktor manusia yang mencapai 80 persen itu seperti karena pengemudi yang kelelahan karena perjalanan jauh, tidak hati-hati di jalan, tidak mematuhi rambu lalu lintas, bahkan ada yang berkendara sambil menngunakan telepon genggam, baik menelepon maupun SMS.

Dia juga terus mewanti-wanti kepada pengendara baik roda empat maupun roda dua agar tidak menggunakan telepon genggam saat berkendaraan karena akibatnya sangat fatal, yakni sesorang yang mengetik SMS sambil berkendara, maka dipastikan tidak akan konsentrasi sehingga menyebabkan kecelakaan.   (*)

Pewarta: M Ghofar

Editor : Amirullah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2014