Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sembilan dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Kaltim mengalami hujan petir disertai angin kencang pada Sabtu dan Ahad, 8-9 Juli 2023 , sehingga semua pihak diimbau waspada.

"Dampak peristiwa tersebut antara lain banjir, sungai meluap, pohon tumbang, jalan licin, dan tanah longsor," ujar Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Balikpapan Carolina Meylita Sibarani di Balikpapan, Jumat.

Sembilan daerah itu adalah Kota Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kabupaten Kutai Barat, Kutai Timur, Mahakam Ulu, Penajam Paser Utara, dan Paser, hanya Kabupaten Berau yang mengalami hujan ringan.

Rinciannya antara lain hujan petir di Balikpapan berpotensi terjadi pada Sabtu sekitar pukul 23.00 WITA di Kecamatan Balikpapan Selatan dan Balikpapan Tengah, kemudian Ahad dini hari sekitar pukul 02.00 terjadi di Kecamatan Balikpapan Kota.

Di Kota Samarinda, hujan petir diprakirakan terjadi Ahad dini hari di enam kecamatan yakni kecamatan Sungai Pinang, Samarinda Ilir, Samarinda Kota, Samarinda Utara, Samarinda Ulu dan Kecamatan Sambutan.

Kota Bontang, hujan petir juga berpotensi terjadi pada Ahad dini hari di semua kecamatan, sementara pada Sabtu pukul 20.00 hingga Ahad pukul 06.00 WITA, hujan ringan diprakirakan terjadi di semua kecamatan.

Hujan petir di Kabupaten Kutai Kartanegara diprakirakan terjadi pada Sabtu pukul 20.00 di empat kecamatan yakni Muara Jawa, Anggana, Loa Janan, dan Samboja, pukul 23.00 di Kecamatan Muara Muntai dan Muara Wis.

Sedangkan pada Ahad dini hari, hujan petir berpotensi terjadi pada tujuh kecamatan yakni Kecamatan Tenggarong, Muara Badak, Sebulu, Kota Bangun, Loa Kulu, Marangkayu, dan Muara Kaman.

"Di Kabupaten Kutai Timur, hujan petir diprakirakan terjadi pada Ahad dini hari di lima kecamatan yakni Batu Ampar, Long Mesangat, Muara Bengkal, Telen, dan Kecamatan Teluk Pandan," kata Carolina.*

Pewarta: M.Ghofar

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2023