Pertamina menggelar lomba pertolongan pertama (first aid) untuk penyegaran, juga pengingat bahwa ilmu atau keterampilan memberi pertolongan yang sangat berguna, baik bagi diri sendiri maupun warga sekitar.

Lomba di Gelora Patra, Balikpapan, Sabtu, diikuti 14 tim. Setiap tim terdiri dari 3 orang dan seluruh tim berasal dari mitra kerja dan kontraktor PT KPI Unit Balikpapan. 

Ketua Panitia Bulan Keselamatan dan Keselamatan Kerja (K3) PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Balikpapan I Made Okto Perdana Yuda Bhaktiyasa.

Yang dilombakan adalah pertolongan pertama dengan cara resusitasi jantung paru (pemberian tekanan pada jantung-paru agar kembali berdenyut), pertolongan pertama pada kejadian jalan napas tersumbat (choking), pertolongan pertama pada patah tulang (fraktura), luka bakar, dan cedera atau luka dengan perdarahan.

Setiap tim harus memberikan pertolongan dalam waktu sesingkat-singkatnya di lokasi kejadian agar pasien stabil dan bisa segera dipindahkan atau diangkut ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih intensif.

“Yang dinilai adalah kecepatan memberikan pertolongan, kelengkapan alat pertolongan, baru kemudian kekompakan tim, semangat, dan seragam,” kata Okta.

Kemudian ada lagi penilaian khusus, yaitu respon terhadap kondisi korban yang menentukan tindakan yang diberikan, terutama hal melegakan jalan napas. Juga turut dinilai evaluasi hasil tindakan dan pelaporan dengan prinsip 5W1H (laporan berisi keterangan siapa saja yang terlibat, kapan kejadian, di mana, bagaimana dan mengapa kira-kira terjadinya).

Keluar sebagai juara regu dari Emergency Insurance-HSSE KPI dengan ketua regu Praditnya Zulfi Barahman. “Mengingat pentingnya keterampilan ini, kami berharap semua bisa, atau setidaknya meraka yang bekerja di lingkungan berisiko tinggi seperti kilang minyak,” kata Zulfi Barahman.

Selengkapnya, juara adalah Tim HSSE, tempat kedua Tim Oil Movement (OM) dan ketiga Tim Information Technology (IT).

 

Para juara lomba pertolongan pertama Pertamina. (ANTARA/novi abdi)

Humas KPI Ely Chandra Peranginangin menambahkan lomba ini diselenggarakan sebagai langkah memberikan kemampuan mencegah memburuknya situasi saat kondisi darurat.

“Ada kondisi darurat tertentu yang dapat memburuk dengan cepat, sehingga korban memerlukan pertolongan pertama dengan segera. Dengan lomba First Aider ini perusahaan memberikan kemampuan kepada pekerja, agar dapat mencegah memburuknya situasi dan menstabilkan kondisi korban hingga bantuan medis tiba,” kata Chandra.

Karena itu diharapkan kesiapan dan kehandalan perusahaan dalam mengantisipasi dan menangani keadaan darurat. “Melalui kegiatan ini, kami berharap agar perusahaan dapat semakin handal dan siap dalam mengantisipasi maupun menangani keadaan darurat, khususnya dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan,” kata Chandra.

Pewarta: Novi Abdi

Editor : Gunawan Wibisono


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2023