Tenggarong (ANTARA Kaltim) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar pelatihan opertator komputer untuk pendataan Paket Aplikasi Sekolah (PAS), bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong.
Ketua panitia pelatihan operator komputer Emy Rosiana mengatakan, acara yang berlangsung mulai 23 hingga 27 Juni 2013 itu mencakup, pengelolaan laporan bulanan dan PAS-SMK, dengan menghadirkan empat narasumber yang terdiri, dua narasumber untuk laporan bulanan 'online' dan dua untuk PAS-SMK.
â€Peserta yang hadir sebanyak 38 orang dari 38 SMK yang ada di Kutai Kartanegara, mereka akan dibekali teknis untuk bagaimana membuat laporan bulanan 'online' yang benar, akurat dan akuntabel serta menginput data PAS-SMK yang nantinya akan menjadi gambaran sekolah tersebut,†ungkap Emy Rosiana, Selasa.
Dikatakannya, keberadaan laporan bulanan 'online' dan data PAS SMK menunjukkan, sistem pendidikan akan lebih canggih dengan menggunakan cara online sehingga akan lebih memudahkan dalam pelaksanaan program perencanaan, evaluasi, pelaksanaan, hingga pertanggung jawaban baik itu dari pihak sekolah, daerah hingga ke pusat.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara Hermawan, melalui sekretarisnya Muhammad Taufik, menyampaikan memang ada program pemerintah terhadap tingkatan pendidikan baik itu Pendidikan Dasar (Dikdas), Pendidikan Menengah (Dimen) hingga SMK, bahwa PAS akan digunakan secara 'Online' oleh Kementerian terhadap pelaksanaan bantuan, baik itu BOS, BOSDA, sertifikasi, siswa miskin dan bantuan dana-dana lainnya
â€Penggunaan PAS sendiri baru dilaksanakan pada 2013 ini, untuk Dikdas dan Dikmen sebagian besar sudah rampung dan sekarang untuk PAS-SMK sedang berjalan. Untuk data sendiri sudah bisa kita himpun, tinggal menginputkannya ke sistem 'online' Kementerian,†ujarnya saat membuka acara tersebut.
Taufik juga menjelaskan pentingnya data tersebut terhadap pengelolaan pendidikan lebih baik.
â€Validasi data memeng harus dan tentunya menjadi yang utama sehingga kita dapat mengetahui kondisi nyata, baik itu tenaga pendidik maupun data siswa," katanya.
Hal tersebut menurut dia sangat membantu pelaksanaan program-program kedepan karena dari data itu dapat merencanakan, mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan terhadap data sehingga
pengelolaan pendidikan akan lebih baik. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2013
Ketua panitia pelatihan operator komputer Emy Rosiana mengatakan, acara yang berlangsung mulai 23 hingga 27 Juni 2013 itu mencakup, pengelolaan laporan bulanan dan PAS-SMK, dengan menghadirkan empat narasumber yang terdiri, dua narasumber untuk laporan bulanan 'online' dan dua untuk PAS-SMK.
â€Peserta yang hadir sebanyak 38 orang dari 38 SMK yang ada di Kutai Kartanegara, mereka akan dibekali teknis untuk bagaimana membuat laporan bulanan 'online' yang benar, akurat dan akuntabel serta menginput data PAS-SMK yang nantinya akan menjadi gambaran sekolah tersebut,†ungkap Emy Rosiana, Selasa.
Dikatakannya, keberadaan laporan bulanan 'online' dan data PAS SMK menunjukkan, sistem pendidikan akan lebih canggih dengan menggunakan cara online sehingga akan lebih memudahkan dalam pelaksanaan program perencanaan, evaluasi, pelaksanaan, hingga pertanggung jawaban baik itu dari pihak sekolah, daerah hingga ke pusat.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara Hermawan, melalui sekretarisnya Muhammad Taufik, menyampaikan memang ada program pemerintah terhadap tingkatan pendidikan baik itu Pendidikan Dasar (Dikdas), Pendidikan Menengah (Dimen) hingga SMK, bahwa PAS akan digunakan secara 'Online' oleh Kementerian terhadap pelaksanaan bantuan, baik itu BOS, BOSDA, sertifikasi, siswa miskin dan bantuan dana-dana lainnya
â€Penggunaan PAS sendiri baru dilaksanakan pada 2013 ini, untuk Dikdas dan Dikmen sebagian besar sudah rampung dan sekarang untuk PAS-SMK sedang berjalan. Untuk data sendiri sudah bisa kita himpun, tinggal menginputkannya ke sistem 'online' Kementerian,†ujarnya saat membuka acara tersebut.
Taufik juga menjelaskan pentingnya data tersebut terhadap pengelolaan pendidikan lebih baik.
â€Validasi data memeng harus dan tentunya menjadi yang utama sehingga kita dapat mengetahui kondisi nyata, baik itu tenaga pendidik maupun data siswa," katanya.
Hal tersebut menurut dia sangat membantu pelaksanaan program-program kedepan karena dari data itu dapat merencanakan, mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan terhadap data sehingga
pengelolaan pendidikan akan lebih baik. (*)
Editor : Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2013