Sejumlah informasi penting menghiasi berita ekonomi pada Rabu (13/10) mulai dari pemerintah mengizinkan wisman (wisatawan mancanegara) 19 negara masuk Bali dan Kepri hingga Presiden Jokowi mengatakan 2-3 tahun lagi mobil listrik bermunculan dari negara kita


Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca:

1. Pemerintah izinkan wisman 19 negara masuk Bali dan Kepri mulai besok

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan pemerintah telah memberikan izin bagi wisatawan mancanegara (wisman) dari 19 negara untuk bisa melakukan penerbangan internasional ke Bali dan Kepulauan Riau (Kepri).

Berita selengkapnya klik di sini

2. IMF koreksi pertumbuhan, Kemenkeu: Pemerintah waspadai risiko global

Kementerian Keuangan terus mewaspadai berbagai risiko global seiring International Monetary Fund (IMF) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 dari prediksi Juli sebesar 3,9 persen menjadi 3,2 persen atau turun 0,7 persen.

Berita selengkapnya klik di sini

3. Presiden: 2-3 tahun lagi mobil listrik bermunculan dari negara kita

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan mobil listrik dari Indonesia akan bermunculan pada 2 -3 tahun mendatang atau 2023-2024, karena hilirisasi nikel di dalam negeri yang menghasilkan katoda baterai, besi antikarat dan juga baterai litium akan dilakukan.

Berita selengkapnya klik di sini

4. Begini strategi pemerintah tangani pertambangan tanpa izin

Pemerintah Indonesia telah menyiapkan sejumlah strategi dalam menanggulangi aktivitas pertambangan tanpa izin atau PETI yang meresahkan masyarakat dan merusak lingkungan.

Berita selengkapnya klik di sini

5. Presiden Jokowi: RI akan bangun Green Industrial Park pertama di dunia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah akan mulai membangun kawasan industri hijau (green industrial park) pertama di dunia pada bulan depan atau November 2021 dengan luas 20 ribu hektare.

Berita selengkapnya klik di sini

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2021