Bontang  (ANTARA Kaltim) - Dinas Perikanan Kelautan dan Pertanian (DPKP) Kota Bontang, Kalimantan Timur, menerbitkan label sehat untuk 866 ekor sapi dan 400 ekor kambing kurban pada Hari Raya Idul Adha 1433 Hijriah.

"Untuk tahun 2012, DPKP telah melakukan pemeriksaan hewan kurban dan ditindaklanjuti dengan menerbitkan label sehat untuk 866 ekor sapi dan 400 ekor kambing kurban," kata Kabid Peternakan DPKP Bontang, Amran, di Bontang, Kamis.

Tim Teknis DKPP telah diturunkan pada 7-14 hari sebelum Hari Raya Kurban yang jatuh pada 26 Oktober 2012 dengan tugas pokok melakukan pemeriksaan kesehatan dan memberikan keterangan kesehatan bagi hewan kurban.

"Pada sapi yang telah diperiksa dan setelah dinyatakan sehat maka akan diberikan tanda pada bagian belakang tubuh sapi," ujar Amran.

Berbagai daerah menjadi sumber atau pemasok sapi dan kambing di Bontang, dan termasuk sapi lokal yang tahun ini mengalami peningkatan signifikan sebanyak 50 persen atau separuhnya.

"Terutama Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat menjadi pemasok sapi terbesar di Bontang, juga sapi lokal Bontang atau Kutai Timur serta Nusa Tenggara Barat," ujarnya.

Beberapa sentra penjualan sapi ada di beberapa titik seperti Jl KS Tubun, Pesantren Hidayatullah Jl Imam Bonjol, Jl Pupuk Raya, Rawa Indah, Baiturahman Pupuk Kaltim.

Menurut dia, kebutuhan sapi Bali (bos sondatcus) yang merupakan banteng asli yang telah jinak merupakan jenis sapi yang banyak disembelih untuk kurban maupun hari-hari biasa.

Di luar Hari Raya Kurban, katanya, Kota Bontang memiliki kebutuhan sapi per hari mencapai 10-12 ekor, tergantung besar kecil sapi.

Jika dihitung per bulan, kebutuhan sapi potong di Bontang mencapai 300-320 ekor. Sementara populasi sapi ternak di Bontang hanya 482 ekor dan kambing sekitar 151 ekor.

Dengan demikian, stok sapi di Bontang sebanyak 482 ekor hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sapi potong kurang sekitar satu bulan sedangkan untuk sebelas bulan berikutnya harus mendatangkan dari Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat. (*)

Pewarta: Suratmi

Editor : Arief Mujayatno


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2012