"Lelang dalam jaringan atau layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) 2012 ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui SKPD masing-masing," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, H Rusmadi di Samarinda, Rabu.
Ia menyebutkan dengan nilai pengadaan yang dilelang sebesar Rp3,3 triliun itu menempatkan Kaltim pada peringkat ke-3 pagu tertinggi nasional setelah DKI Jakarta yang nilainya mencapai Rp8,03 triliun dan Jawa Barat senilai Rp3,4 triliun.
Menurut dia, APBD Kaltim pada 2012 mencapai Rp10,51 triliun belum termasuk APBD Perubahan. Dari jumlah itu, terdapat 7.911 paket kegiatan atau proyek yang tersebar di 53 SKPD.
Dari jumlah paket itu, terdapat 237 Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan 460 Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).
Ia berharap agar semua SKPD yang mendapat amanah menuntaskan proyek itu dapat melaksanakan program dan kegiatannya sesuai rencana, sehingga di akhir tahun nanti penyerapan anggaran bisa mendekati 100 persen.
Guna memaksimalkan penyerapan anggaran, lanjutnya, maka Bappeda membentuk Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA) yang sudah dibentuk empat bulan lalu.
Di sisi lain, Pemprov Kaltim melakukan asistensi dari TEPPA Pusat dan TEPPA Aceh. Provinsi Aceh menjadi pilihan sebagai pendamping karena penyerapan anggaran di Aceh dalam tiga tahun terakhir terus meningkat, misalnya pada 2009 terserap 61 persen, 2010 terserap 91 persen, dan 2011 anggaran yang terserap mencapai 93 persen.
Sejak TEPPA Kaltim dibentuk, katanya, kinerja Pemprov Kaltim dalam beberapa bulan terakhir cukup baik, seperti realisasi penyerapan anggaran yang terus meningkat. (*)
Pewarta: M Ghofar: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.