Penajam  (ANTARA News Kaltim) - Para nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara menghentikan sementara aktivitas mereka menangkap ikan di Selat Makassar, Kalimantan Timur, karena angin kencang dan ombak tinggi dalam dua pekan terakhir.

"Perahu kami di sini perahu kecil, jelas tidak bisa berhadapan dengan cuaca seperti itu. Ombak satu meter saja bila nakhoda lengah bisa menyebabkan kapal tenggelam," kata Jamaluddin, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) PPU, Jumat.

Karena itu, daripada membahayakan jiwa, sebut Jamaluddin, para nelayan memutuskan untuk tidak melaut dan melakukan pekerjaan lain.

"Sebagian dari nelayan mengecat perahu dan menganyam jaring yang sobek. Selain itu, sebagian lainnya berdagang, jualan kelapa, dan lain-lain," ujar Jamaluddin.

Menurut Jamaluddin, jumlah nelayan di PPU seluruhnya sekitar 3.000 orang.

Selain nelayan penangkap ikan di laut yang berjumlah 2.000 orang, ada juga para nelayan yang beroperasi di perairan air tawar dan di pesisir. Jumlah mereka sekitar 1.000 orang.

Karena nelayan tidak melaut, pasokan ikan laut di pasar-pasar PPU berasal dari daerah lain, yaitu dari Mamuju, Sulawesi Barat, dan Kotabaru, Kalimantan Selatan. Jamaluddin menyebutkan, 75 persen lebih ikan laut yang ada di pasaran PPU berasal dari kedua daerah tersebut.

"Sisanya ya dari kami yang nekat melaut karena memang tidak punya keterampilan lain," kata Jamaluddin.

Jamaluddin juga menghitung jumlah tangkapan nelayan bulan Juni hingga Agustus 2012 ini.

"Bulan Juni hingga Agustus ini, tangkapan nelayan di PPU hanya sekitar 115 ton ikan saja. Jika dibanding Juni hingga Agustus tahun 2011 lampau, nelayan mampu menghasilkan tangkapan sekitar 500 ton lebih ikan," kata Jamaluddin.

Seorang nelayan, Ismail, menuturkan, saat ini rata-rata para nelayan tangkap di PPU tidak bisa berbuat banyak untuk melaut.

Pencarian ikan, katanya, hanya dilakukan di daerah pesisir pantai saja, tidak sampai ke tengah laut karena tingginya gelombang.

"Kondisi ini berlangsung lebih kurang tiga bulan lamannya. Kalau cuaca tidak ekstrem biasanya rata-rata kami mampu mendapatkan ikan mendapat 100 hingga 200 kg per hari, tapi saat ini hanya mampu mendapatkan ikan puluhan kg saja," kata Ismail.  (*)



Pewarta: Bagus Purwa
: Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026