Sapi yang diserahkan tersebut adalah milik pemerintah dalam bentuk bantuan paket bergulir yang sebelumnya dipelihara oleh warga lainnya dan telah berkembangbiak, kata Camat Sebatik Timur Kabupaten Nunukan, Baharuddin D Sutte di Sebatik, Senin.
Jumlah sapi yang diserahkan langsung secara simbolis oleh Wakil Bupati Nunukan, Hj Asmah Gani, Senin, sebanyak 16 ekor kepada 11 warga perbatasan di pulau itu.
"Sapi yang diberikan kepada warga tadi berasal dari warga lainnya yang pertama kali mendapatkan bantuan. Karena sudah berkembangbiak maka diserahkan lagi kepada warga lainnya," ujar Baharuddin.
Pada kesempatan yang sama, Asmah Gani mengatakan, pemberian bantuan sapi secara langsung ini pertama kali terjadi. Selama ini seringkali mendapatkan informasi ada bantuan kepada warga tetapi tidak pernah disaksikan penyerahannya.
Dia berpesan agar segala bentuk bantuan yang diperuntukkan bagi masyarakat benar-benar tepat sasaran. Sehingga tidak menimbulkan kecurigaan yang dituduhkan kepada salah satu pihak.
Bantuan sapi secara bergulir ini, Asmah Gani mengingatkan benar-benar dipelihara dan dirawat serta memperhatikan alam sekitarnya, dengan tidak melepaskan sembarangan.
Tujuannya adalah keberadaan sapi peliharaannya tidak mengganggu tanaman warga lainnya yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.
"Saya minta bagi warga yang memiliki ternak supaya dikandangkan atau tidak dilepaskan secara sembarangan. Supaya tidak mengganggu tanaman warga lainnya," harap Asmah Gani di depan warga Kecamatan Sebatik Timur.
Selain bantuan sapi, sejumlah petani di Pulau Sebatik juga diberikan bantuan benih padi unggul oleh Wakil Bupati Nunukan dan Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Nunukan, Yopie W Wowor. (*)
Pewarta: M RusmanEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.