Penajam  (ANTARA News Kaltim) - Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan kelautan (DP3K) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan pengawasan secara ketat terhadap kemungkinan penggunaan zat berbahaya pada produk daging dan ikan di wilayah itu.

"Pengawasan ini karena meningkatnya permintaan dan konsumsi ikan selama Ramadhan 1433 Hijriah ini. Kami mengambil sejumlah sampel untuk diperiksa, guna mengetahui apakah ada penggunaan bahan pengawet seperti formalin, borax, maupun rhodamin B pada daging dan ikan yang dijual," kata Kepala Seksi Pembinaan Lingkungan Dinkes Kabupaten PPU, Sutrisno, Selasa.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga melakukan pengawasan di sejumlah titik pasar Ramadan, serta pedagang yang menjual jajanan untuk berbuka. Pengawasan dilakukan dengan mengambil sampel makanan dan jajanan untuk berbuka puasa.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DP3K Kabupaten PPU, Arif Murdiyanto mengatakan, pihaknya secara berkala selalu terus melakukan pengawasan terhadap daging sapi, mulai dari pemotongan di rumah pemotongan sapi (RPH) maupun di beberapa penjagalan yang ada di wilayah PPU.

"Pengawasan yang kami lakukan ketat, mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan ternak sebelum dipotong hingga pemrosesan daging setelah hewan dipotong," kata Arif.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga melakukan pemantauan daging sapi yang dijual di pasar yang ada di wilayah PPU.

"Kami lakukan bersama dengan Dinkes untuk mengecek adanya bahan pengewet dan kesehatan produk daging yang dijual," ujarnya.

Arif mengaku, hingga saat ini, belum ditemukan daging yang dijual terjangkit penyakit dan berformalin. Dan pengawasan serta pemantauan akan terus dilakukan, agar produk yang dijual di pasaran sehat dan layak dikonsumsi oleh masyarakat.

"Pemantauan yang kami lakukan bersama, untuk menjaga keamanan dan kesehatan produk agar aman dikonsumsi oleh masyarakat. Apalagi selama Ramadhan ini dan Idul Fitri nanti," katanya.  (*)



Pewarta: Bagus Purwa
: Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026