"Turunnya harga beras tersebut dipengaruhi oleh masuknya masa panen di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, sebagai sumber beras konsumsi masyarakat di Kabupaten Nunukan," kata distributor beras terbesar di Kabupaten Nunukan, Andi Sose, Senin.
Ia mengaku setiap pekan mensuplai beras masuk Kabupaten Nunukan sebanyak 50-70 ton. Beras miliknya ini, didistribusikan pada sejumlah langganannya di Pulau Nunukan, Kecamatan Seimenggaris dan Kecamatan Sebuku dan Lumbis.
Untuk kebutuhan warga Pulau Nunukan, Andi Sose mengatakan telah menyiapkan sekitar 25 ton setiap pekan, sedangkan untuk tujuan Kecamatan Sebuku sekitar 15 ton dan sisanya untuk kebutuhan masyarakat Kecamatan Seimenggaris.
"Saya ambil beras sesuai pesanan pelanggan termasuk di kecamatan-kecamatan," ujarnya.
Harga beras cap Kapal Thalia Rp203.000 per 25 kilogram sebelumnya Rp208.000. Begitu juga beras dengan label dan kualitas yang sama untuk ukuran 20 kilogram seharga Rp160.000 dari semula Rp165.000.
Beras label "Mawar Thalia" ukuran 25 kilogram dipasarkan dengan harga Rp190.000 dari sebelumnya Rp195.000 sejak minggu lalu. Beras cap ketupat dari harga Rp197.000 pekan lalu, sekarang turun menjadi Rp192.000.
Turunnya harga beras pada tingkat distributor di Kabupaten Nunukan, berhubung memasuki masa panen di Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan sumber beras yang dikonsumsi masyarakat Kabupaten Nunukan.
"Jadi rata-rata harga beras turun sebesar lima ribu rupiah per zak. Karena harga di daerah Sidrap juga mengalami penurunan," ujarnya.
Andi Sose menyatakan harga beras tidak pernah mengalami kenaikan walaupun terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat termasuk hari raya Idul Fitri.
Oleh karena itu, ia menepis keterangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Nunukan bahwa harga beras mengalami kenaikan sejak bulan suci Ramadhan.
"Tidak pernah ada kenaikan harga beras di sini (Nunukan). Memang Disperindakop seringkali datang mendata di gudang,"katanya.
Sebelumnya, Andi Sose mengaku seringkali menyuplai beras ke Kabupaten Malinau Kalimantan Timur. Tetapi akhir-akhir ini, tidak pernah mendistribusi lagi berhubung fokus memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Nunukan.
Pewarta: Muhammad Rusman: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.