"Tiga kali pertandingan terakhir pemain kami hanya mengoleksi satu gol, padahal banyaknya peluang tercipta, apalagi saat pertandingan melawan Persija Jakarta,tercatat banyak peluang disia-siakan," kata Misha Radovic di Samarinda, Rabu.
Misha memperkirakan tim asal Sumatera itu bakal menerapkan strategi bertahan dan sesekali melakukan serangan balik, seperti lazimnya tim Liga Super Indonesia saat bermain tandang.
Berdasarkan pengalaman, taktik bertahan seperti ini cukup menyulitkan pemainnya dalam menciptakan gol, karena terlalu buru-buru untuk melakukan penyelesaian akhir.
"Maka dari itu saya berharap para pemain lebih sabar, dan bisa mengatur tempo pertandingan, untuk melakukan tekanan di pertahanan lawan," kata Misha.
Pelatih asal Serbia itu masih mempercayakan Christian Gonzales sebagai ujung tombak, meskipun di tiga penampilannya Gonzales masih "puasa" gol.
"Saya berharap ada motivasi khusus dari Gonzales sebagai target gol, karena kemenangan hanya bisa tercipta dengan banyaknya gol yang bisa diciptakan," kata Misha.
Disinggung dengan pemain belakang Luc Owona Zoa dan Pierre Njanka yang sempat disimpan ketika menghadapi Persija, Misha mengatakan dua pemain tersebut sudah siap diturunkan.
"Lawan Persija memang sengaja kami berikan istirahat kepada Luc dan Njanka, meski Njanka sempat bermain di menit terakhir lawan Persija, tapi saya rasa dia berdua sudah `fresh` menghadapi PSPS," kata Misha.
Mengenai target, Misha tetap berharap timnya bisa mengamankan poin berupa kemenangan melawan PSPS, mengingat laga selanjutnya begitu keras harus melalkoni tiga laga tandang ke Papua. (*)
Pewarta: Arumanto: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.