Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Pemerintah Kota Samarinda optimistis daerahnya akan menjadi barometer Kota Layak Anak (KLA) di Kalimantan Timur.

"Kami optimistis Kota Samarinda akan menjadi rujukan bagi kabupaten/kota lainnya pada penerapan program menuju Kota Layak Anak. Indikator ini tercermin dari kunjungan peserta orientasi lapangan (OL) Rapat Kerja Teknis (Rakernis) KLA se-Kaltim," kata Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail, Jumat.

Ia mengatakan hal itu saat menerima kunjungan peserta rakernis orientasi lapangan KLA se-Kaltim di Kecamatan Sungai Kunjang yang telah dipersiapkan sebagai wilayah percontohan KL.

Selain mengunjungi Kecamatan Sungai Kunjang, peserta orientasi rapat kerja teknis se-Kaltim itu juga melihat Rumah Pintar Cinta Sejati yang dikelola Tim Penggerak PKK Kota Samarinda.

Kota Samarinda menurut Nusyirwan Ismail tidak banyak memiliki kelebihan dibanding kabupaten/kota lainnya di Kaltim terkait penerapan program KLA namun dia berharap melalui kunjungan itu akan menjadi motivasi dalam membenahi program tersebut.

"Tidak berarti program KLA di Samarinda terbaik sebab saat ini kami masih mempersiapkan berbagai strategi dan kebijakan pada penerapan program menuju Kota Layak Anak. Tetapi disisi lain, pilihan peserta orientasi lapangan rapat kerja teknis ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus melakukan perbaikan dan kami juga berharap agar seluruh kabupatan/kota di Kaltim bisa masuk dalam 100 daerah kota layak anak pada 2014," kata Nusyirwan Ismail.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Samarinda, Puji Syaharie Jaang saat menerima kunjungan peserta orientasi lapangan dan rapat kerja teknis KLA di Rumah Pintar Cinta Sejati mengakui, program tersebut sebagai bentuk komitmen pada layanan pendidikan non formal.

Program rumah pintar itu lanjut Puji Syaharie Jaang dilakukan melalui penyediaan sarana pembelajaran yang dirancang melalui strategi pembelajaran penuh makna dan menyenangkan bagi peserta khususnya anak didik usia 4-15 tahun.

"Ini merupkan komitmen Pemerintah Kota Samarinda yang bertekad mencerdaskan warga Samarinda di semua usia. Melihat perkembangan saat ini maka pemberdayaan pendidikan harus dilakukan pada semua jenjang usia terlebih pada masa anak-anak sebab di usia ini merupakan masa yang paling potensial untuk membangun potensi manusia," ungkap Puji Syaharie Jaang.

Rumah Pintar yang dikelola Tim Penggerak PKK Kota Samarinda sejak Oktober 2011 itu kata dia dibimbing empat tutor dibantu beberapa asisten.

Konsep pendidikan kata dia dilakukan dengan menyelenggarakan enam sentra yakni, sentra baca, bermain, komputer, audio visual, kriya dan posyandu.

"Rumah pintar ini juga menjadi wadah mengembangkan potensi yang ada, baik dimiliki anak-anak maupun kaum ibu-ibu," kata Puji Syaharie Jaang. (*)



Pewarta: Amirullah
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026