Dari pantauan, hujan yang mengguyur Kota Samarinda sejak Rabu petang membuat sejumlah jalan protokol di daerah itu terendam.
"Hujan hanya berlangsung beberapa saat saja tetapi air langsung menggenangi ruas jalan," ungkap seorang warga Samarinda, Herman.
Kemacetan pajang terlihat berlangsung di Jalan Dr Sutomo akibat adanya genangan air setinggi 10 hingga 20 centimeter.
Air juga menggenangi sebagian Jalan M Yamin, Jalan Pembangunan serta Jalan Lambung Mangkurat.
"Walaupun tidak terlalu dalam namun genangan air yang terjadi di sejumlah ruas jalan tersebut cukup mengganggu arus lalu lintas. Apalagi, genangan terjadi saat aktivitas di jalan sangat padat yakni pada sore hari," kata Herman.
Hujan disertai petir yang berlangsung pada Rabu sore tersebut membuat warga Samarinda khawatir akan terjadi banjir.
"Beberapa hari terakhir memang tidak hujan tetapi hujan yang berlangsung hari ini (Rabu) cukup deras sehingga kami khawatir bisa menyebabkan banjir hingga di pemukiman warga. Apalagi, pasang Sungai Mahakam masih terus berlangsung sehingga jika terus diguyur bisa menyebabkan banjir," kata warga Samarinda lainnya, Adi.
Rawan terjadinya banjir di Samarinda, kata warga, disebabkan buruknya sistem drainase di kota itu.
"Semestinya Pemerintah Kota Samarinda segera membenahi seluruh drainase sebab banyak saluran air tersebut tidak berfungsi optimal. Folder penampungan air juga tidak dapat menampung air apalagi jika hujan berlangsung selama berjam-jam sehingga kami berharap ada upaya pemerintah membenahi sistem drainase tersebut," ungkap Adi.
Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Temindung Samarinda, Sutrisno mengatakan, puncak musim hujan di daerah itu akan berlangsung pada Januari hingga Fabruari 2012.
"Musim hujan di Samarinda mulai berlangsung sejak Oktober 2011 dan puncaknya diperkirakan berlangsung pada Januari hingga Februari 2012 dengan curah hujan rata-rata 10 hingga 20 mili meter per jam," katanya.
"Jadi, kami menghimbau warga Samarinda, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir pada periode tersebut apalagi saat ini masih tengah berlangsung pasang Sungai Mahakam," ungkap Sutrisno. (*)
Pewarta: Amirullah: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.