Bontang (ANTARA News Kaltim) - Pinjaman empat set peralatan KTP elektronik (e-KTP) untuk dua kecamatan di Bontang, Kalimantan Timur, hingga kini belum dikirim padahal seharusnya peralatan itu dijadwalkan tiba pada 12 November 2011.

"Sesuai hasil rapat koordinasi teknis (rakornis) pada 17 Oktober 2011, PT Quadra selaku konsorsium E-KTP, wajib segera menambah peralatan bergerak untuk perekaman sistem jemput bola dan tambahan pinjaman peralatan paling lambat 12 November 2011. Namun hingga hari ini belum ada satu pun peralatan yang datang," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bontang, Hamdi Abdillah, di Bontang, Senin.

Dijelaskan Hamdi, menurut hasil rakoornis, selain penambahan pinjaman peralatan, pemerintah kota dan pemerintah kabupaten diharapkan memaksimalkan waktu pelayanan perekaman 10-14 jam sehari dan lebih mengefektifkan sosialisasi.

Berbagai ajang sosialisasi ditempuh Pemkot Bontang melalui media massa cetak dan elektronik, dengan menggelar pertemuan antara Ketua Rukun Tetangga, Kelurahan, Kecamatan, Disdukcapil secara langsung di masing-masing kelurahan, dan pertemuan massal se-Kota Bontang yang dipimpin oleh Wali Kota Adi Darma.

"Termasuk saat peresmian Taman Praja kantor gabungan dinas, oleh Gubernur Kaltim Awang Farouk pada 26 Oktober 2011 lalu, juga disosialisasikan kepada undangan yang dihadiri berbagai stake holder," kata Hamdi.

Sementara itu, data terekam wajib KTP elektronik (e-KTP) Kota  Bontang, hingga 12 November 2011 sebanyak 17.636 orang, dengan capaian tertinggi di Kecamatan Bontang Barat.

"Data terekam pada 12 November 2011, total 17.636 orang dengan  rincian Kecamatan Bontang Barat 6.778 orang, Kecamatan Bontang Selatan 5.599 orang dan Kecamatan Bontang Utara 5.259 orang," kata Hamdi.

Jika diprosentase dari total wajib E-KTP sebanyak 122.589 orang, maka pencapaian pelaksanaan E-KTP baru realisasi 14,39 persen (17.636 orang). (*)



Pewarta: Suratmi
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026