Tanjung Redep (ANTARA News - Kaltim) - Butuh pengkajian mendalam dari semua aspek untuk merelokasi penduduk di kawasan wisata bahari dan pantai andalan Kalimantan Timur, Pulau Derawan, Kabupaten Berau.
"Merelokasi penduduk Pulau Derawan tidak mudah, terutama terkait perkiraan kebutuhan dana sangat besar. Namun yang terpenting, apakah relokasi itu jawaban untuk mengoptimalkan potensi wisata Derawan," kata Wakil Ketua DPRD Berau H Sa'ga di Tanjung Redep, Kamis.
"Adanya wacana untuk merelokasi warga Pulau Derawan butuh persiapan matang serta komprehensif, khususnya terkait dana sangat besar," imbuh dia.
Ia menegaskan sangat tidak mudah merelokasi penduduk Derawan ke lokasi lain tanpa menghadapi hambatan berat terutama erat terkait dengan besar pendanaan harus disediakan untuk ganti untuk pemindahan.
Wacana itu kini terus bergulir terkait rencana Pemkab Berau dan Pemprov Kaltim untuk mengoptimalkan potensi salah satu pulau yang disebut-sebut adalah satu satu dari 10 pulau terindah di dunia.
"Bukan bermaksud mementahkan rencana melakukan relokasi, tetapi secara garis besar masih ada pilihan lain lebih tepat dan tidak menimbulkan implikasi buruk terhadap warga di kepulauan tersebut," imbuh dia.
Ia mengakui perlu melihat prespektif lebih luas dan tidak melihat kepentingan jangka pendek terhadap pengembangan pariwisata di Kepulauan Derawan, maka perlu merelokasi penduduk di kawasan itu.
"Mensterilkan" Pulau Derawan berarti juga upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungannya, mengingat akan lebih mudah dalam menjalankan program lingkungan jika penghuninya sedikit.
Di sisi lain, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menuturkan bahwa tidak ada jaminan bahwa dengan mensterilkan Pulau Derawan maka lingkungan hidupnya terjaga.
"Malah kearifan lokal penduduk setempat yang menyatu dengan alamnya serta keperdulian mereka dalam menjaga lingkungan justru jadi daya tarik kepariwisataan, potensi wisata bukan hanya alam namun juga budaya dan tradisi warganya," papar dia.
"Jadi tindakan relokasi itu harus diambil melalui pengkajian mendalam dari berbagai aspek bukan secara parsial," katanya menambahkan.
Malah ia menilai bahwa, keberadaan Suku Bajau di Kepuluan Derawan secara budaya sangat spesifik dan memiliki corak budaya unik yang justru menjadi bagian tak terpisahkan dari wisata Pulau Derawan.
"Tidak ada salah melakukan kaloborasi antara wisata bahari dengan budaya.Saya rasa keduanya bisa berjalan beriringan," ucap Saga.
Merilis data penduduk Kepulauan Derawan terdiri dari 417 KK atau 1.600 jiwa dengan jumlah rumah mencapai 250 unit.
Terhadap rencana relokasi Saga berharap besar itu sekedar rencana dan tidak perlu ditangapi secara apriori oleh penduduk.
Dalam kondisi teresebut ia menegaskan dan meminta kepada penduduk melakukan aktifitas seperti biasa tanpa terpengaruh isu relokasi.
"Baru sekedar rencana, soal jadi tidak itu urusan belakang.Jadi tidak perlu ditangapi secara berlebih lebihan," pungkas Saga.
: Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.