Samarinda (ANTARA News - Kaltim)- Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukan bahwa  selama Maret 2011 daerah berpenduduk 3,479 juta jiwa tersebut mengalami inflasi sebesar 0,29 persen.
         
"Dengan angka inflasi tersebut, maka inflasi pada Januari-Maret 2011 di Kaltim telah mencapai 2,38 persen, sedangkan inflasi 'year on  year' pada Maret 2011 terhadap Maret 2010 mencapai 2,68 persen," kata Kepala BPS Kaltim Johny Anwar di Samarinda, Sabtu.
          
Adanya inflasi tersebut, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 133,61 pada Maret 2011 menjadi 133,99 pada Maret 2011.
         
Jika dirinci menurut kota, pada Maret 2011, Kota Samarinda mengalami inflasi 0,29 persen, Kota Balikpapan 0,32 persen dan Kota Tarakan 0,17 persen.
         
"Sehingga, inflasi semenjak Januari-Maret 2011 di Ibu Kota Kalimantan Timur, yakni Kota Samarinda mencapai 2,77 persen, Balikpapan 2,38 persen dan Tarakan 3,16 persen," papar dia.
        
Sedangkan inflasi "year on year" Maret 2011 untuk ketiga kota tersebut, Kota Samarinda mencapai 7,73 persen, Balikpapan 7,21 persen dan Tarakan 8,20 persen.
         
Inflasi terjadi terutama karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada beberapa kelompok barang dan jasa.
        
"Jika dibanding dengan Februari 2011, terjadi perubahan pada komoditi yang menyumbang inflasi," ujarnya menjelaskan.
        
Pada Maret 2011, kelompok-kelompok komoditi yang memberikan sumbangan inflasi terbesar, yaitu kelompok transportasi dan komunikasi sebesar 0,10 persen.
        
"Untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar menyumbang sebesar 0,08 persen," katanya.
        
Khusus untuk kelompok sandang menyumbang inflasi sebesar 0,06 persen. Sedangkan pada kelompok makan jadi, minuman rokok dan tembakau menyumbang sebesar 0,05 persen.
         
Sedangkan pada kelompok kesehatan dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga menyumbang inflasi dalam jumlah yang sama, yaitu sebesar 0,02 persen.
          
Jumlah terkecil penyumbang inflasi adalah kelompok bahan makanan, yaitu sebesar -0,04 persen.
           
Berdasarkan perbandingan inflasi nasional dan antar kota pada Maret 2011, terjadi inflasi di 14 Kota dan 52 Kota mengalami deflasi dari kota-kota IHK yang berjumlah 66 kota.
         
Ia juga menjelaskan secara umum, khususnya di regional Kalimantan, bahwa Kota Banjarmasin (Kalsel) mengalami inflasi terendah, yaitu 0,01 persen.
          
Sedangkan Kota Singkawang (Kalbar) mengalami deflasi terbesar, yaitu 0,74 persen dan Palangkaraya (Kalteng) mengalami deflasi terkecil, yakni 0,26 persen.

***5***


Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026