Samarinda (ANTARA News - Kaltim) - Tim Persisam Putra Samarinda membatalkan niatnya untuk merekrut  Jayusman Triasdi, mantan pemain PSM Makassar dengan alasan pemain tersebut masih berkosentrasi mengikuti seleksi tim nasional U-23 untuk SEA Games 2011.

"Kami membutuhkan pemain yang siap bergabung dengan tim kami, yakni dengan pertimbangan Jayusman akan terkosentrasi menjalani latihan di timnas maka kami mengurungkan niat untuk merekrutnya dalam skuad tim kami," kata Agus Cung Setiawan Meneger tim Persisam Putra di Samarinda, Senin.

Ia mengakui bahwa pendekatan kepada Jayusman dilakukan secara tertutup oleh manejemen Persisam sehingga informasi tidak sempat bocor karena pihaknya ingin adanya kepastian dulu bergabungnya Jayusman sebelum diinformasikan kepada masyarakat Samarinda.

"Saat ini berita yang beredar sudah mengarah kesana, makanya perlu diluruskan bahwa kami tidak jadi mengambil Jayusman dalam skuad baru kita dengan alasan dan pertimbangan yang sangat jelas," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa minat untuk menarik Jayusman dilatarbelakangi pemain tersebut sudah menolak untuk bertahan di PSM Makassar yang telah hijrah ke kompetisi Liga Primier Indonesia (LPI).

Bersamaan itu pula kondisi tim Persisam memang membutuhkan tenaga baru untuk posisi jayusman sebagai pemain belakang, akibta cidera beberapa pemain belakang tim Persisam.

"Namun sayangnya, ketika dilakukan negosiasi Jayusman keburu mendapat panggilan mengikuti seleksi timnas U -23 SEA Games 2011," ujar dia.

Ia menjelaskan bahwa saat negosiasi belum tuntas, pemain tersebut mendadak mendapat penggilan timnas yang informasinya bakal menjalani latihan beberapa bulan di luar negeri, makanya kami urung melanjutkan negosiasi itu.

Batal masuknya Jayusman, lanjut Agus Cung maka tidak ada pilihan bagi Hendri Susilo, pelatih Persisam untuk memaksimalkan pemain yang ada.

"Tidak pilihan lain, rencana untuk menambah skuad baru tim Persisam bakal dilakukan pada saat transfer window dibuka, yakni  menjelang putaran kedua ISL 2011 dimulai lagi," papar dia.


Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026