Kepala BPS Kaltim M Habibullah didampingi Kabag Tata Usaha Ahmad Zaini di Samarinda, Jumat, mengatakan sebanyak 5.743 petugas pencacah akan diterjunkan untuk melakukan pendataan seluruh unit usaha mulai skala kecil hingga besar yang tersebar di 15 kabupaten/kota di Provinsi Kaltim dan Kalimantan Utara.
"Sebanyak 4.816 orang akan bertugas di wilayah Kaltim dan di Kaltara terdapat 927 orang petugas. Masing-masing petugas mamiliki wilayah kerja antara dua hingga tiga blok sensus yang identik dengan wilayah RT," katanya usai Apel Siaga Sensus Ekonomi 2016.
Pada Sensus Ekonomi 2006, lanjutnya, terdapat lebih kurang 275.000 unit usaha di Kaltim yang masuk pendataan, sementara pada 2016 diperkirakan meningkat menjadi 292.000 hingga 295.000 unit usaha.
"Untuk pendataan di daerah-daerah sulit seperti wilayah perbatasan di Kabupaten Mahakam Ulu juga telah dipersiapkan metodologi dan anggaran operasionalnya," tambah Habibullah.
Ia menambahkan hasil pendataan usaha dari seluruh daerah itu selanjutnya diolah dan menjadi data penting bagi pemerintah.
"Akhir tahun kita sudah mempunyai data Sensus Ekonomi, tetapi untuk data secara rinci seperti omzet, aset, pengeluaran, dan pendapatan usaha, baru bisa diperoleh pada 2017," ujarnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan Setdaprov Kaltim Aji Sayid Fatur Rahman mengatakan data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2016 sangat penting dan bermanfaat, bukan hanya bagi pemerintah dan pelaku usaha, tetapi juga seluruh masyarakat.
"Kegiatan sensus ini bertujuan mendapatkan informasi dan potret utuh mengenai perekonomian di Indonesia, sehingga menjadi landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional maupun regional. Karena itu, kami berharap masyarakat ikut menyukseskan kegiatan sensus ini," katanya usai Apel Siaga. (*)
Pewarta: DKEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.