Samarinda (ANTARA News-Kaltim) - Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran, yakni pelabuhan konteiner baru di Samarinda, Kalimantan Timur, hari ini (26/5) dioperasikan menggantikan fungsi terminal lama di Jalan Yos Sudarso.
Dilaporkan di Samarinda bahwa perusahaan kontruksi PT. Pembangunan Perumahan (persero) berhasil menuntaskan pembangunan Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran itu.
Proyek tersebut menelan Rp550 miliar masing-masing Rp290 miliar untuk infrastruktur dan Rp260 miliar untuk membenahi berbagai fasilitas pendukung pada Mei 2010.
Proyek itu merupakan proyek percontohan dan satu-satunya di Indonesia yang dibangun dengan sistem konsorsium antara Pemerintah Kota Samarinda, PT. Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV) dan PT Pelabuhan Samudra Palaran (Samudra Indonesia Group).
Pelabuhan TPK Palaran diproyeksikan sebagai pengganti Pelabuhan Samarinda dan Terminal Peti Kemas di Jalan Yos Sudarso yang dianggap sudah tidak refrensitatif karena posisinya kini berada di tengah kota sehingga menghambat aktifitas lalu lintas jalan raya di kota berpenduduk sekitar 700.000 jiwa itu .
Luas area TPK Palaran adalah 125.700 meter persegi, dan mampu menampung kapal sampai dengan 5000 DWT dengan luas cargo 54.000 M2.
TPK Palaran terdiri dari dermaga, tempat peti kemas (container yard), area gedung, parkir, termasuk pagar keliling, taman dan area penghijauan (green area).
Wakil Gubernur Kaltim, Farid Wadjdy, Wali Kota Samarinda, Achmad Amins, Direksi PT. Pelindo IV, Direksi. PT Samudera Indonesia dan PT. Pelabuhan Samarinda Palaran (PSP) tampak menghadiri acara uji coba terminal konteiner baru itu
Pembangunan proyek TPK Palaran ini yang dimulai sejak 4 Juni 2008, dijadwalkan usai pada akhir 2009 atau dikerjakan selama 19 bulan. Realisasinya mengalami hambatan berbagai faktor termasuk cuaca dan beberapa komponen harus diimpor.
"Terwujudnya TPK ini menjadi keberhasilan fenomenal yang akan menjadi pendorong percepatan tercapainya visi Samarinda sebaga kota jasa, industri, perdagangan dan pemukiman yang berwawasan lingkungan," kata Wali Kota Achmad Amins.
Dermaga Pelabuhan TPK Palaran itu menggunakan konstruksi beton bertulang sepanjang 270 meter. Pada terminal ini akan dihubungkan dengan Container Yard (CY) melalui tiga trestle sepanjang 75 meter sehingga menjadi salah satu pelabuhan termodern di Pulau Kalimantan.
Kerjasama proyek pembangunan TPK Palaran itu dilakukan dengan sistem 'Built, Operate and Transfer (BOT) atau bangun, operasionalkan dan alih kelola selama 50 tahun.
Pengelolaan TPK Palaran ini didasarkan pada pembagian keuntungan, dimana untuk tahun pertama hingga tahun ke-30, 53 persen keuntungan akan diberikan kepada Pemkot Samarinda dan PT Pelindo IV.
Laba itu kemudian dibagi dua. 26,5 persen untuk Pemkot dan 26,5 persen lagi untuk PT Pelindo IV. Sementara sisa laba sebesar 47 persen diserahkan ke PT Samudera Indonesia.
Pada tahun ke-31 hingga 50, laba untuk pemkot dan PT Pelindo IV menjadi 55 persen, 27,5 persen di antaranya untuk Pemkot Samarinda dan 27,5 persen untuk PT Pelindo IV dan 45 persen diberikan ke PT. Samudera Indonesia.Setelah 50 tahun TPK Palaran itu menjadi milik Pemkot Samarinda sepenuhnya.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.