Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim), Kalimantan Timur, memperkuat sinergi lintas sektor dalam melakukan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai dari edukasi, pencegahan, hingga penanganan kejadian.
“Kondisi kerawanan karhutla di Kabupaten Kutim saat ini masih berada dalam status siaga bencana, namun situasi di lapangan relatif terkendali karena tim mengintensifkan pencegahan serta sinergi lintas sektor,” ujar Wakil Bupati Kutim Mahyunadi di Sangatta, Rabu.
Ia juga mengingatkan kepada instansi teknis dan pihak terkait supaya tidak lengah dalam melakukan pemantauan dan menyiagakan semua sumber daya yang ada, termasuk terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan agar masyarakat makin sadar dan peduli terhadap pentingnya mencegah karhutla.
Mahyundai menyebut bahwa langkah pencegahan menjadi prioritas karena penanganan kebakaran akan semakin sulit apabila api telah meluas, sehingga instansi terknis harus terus memberikan pemahaman ke masyarakat.
Pemkab Kutim, katanya lagi, juga mendorong penguatan mitigasi hingga tingkat desa dengan melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan aparatur desa agar dampak edukasi makin meluas.
Kemudian aparatur desa pun diminta aktif berkoordinasi dengan TNI dan Polri melalui Babinsa maupun Bhabinkamtibmas untuk memantau potensi munculnya titik api, sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran.
Ketika menghadiri penyuluhan karhutla di Muara Gabus Lanal Sangatta, Selasa (1/9) kemarin, Mahyunadi juga mengatakan keterlibatan lintas sektor menjadi kunci dalam mengantisipasi karhutla karena penanganan tidak dapat hanya mengandalkan satu instansi.
Selain pemerintah dan aparat keamanan, dunia usaha juga diminta ikut bertanggung jawab mengamankan wilayah konsesinya, khususnya perusahaan perkebunan kelapa sawit, karet, dan pertambangan.
Ia menyebut bahwa Pemkab Kutim juga menyiapkan dukungan anggaran melalui pos belanja tidak terduga yang dapat digunakan apabila terjadi peningkatan eskalasi bencana.
Namun, dari sisi sarana pemadaman masih terdapat kebutuhan pembaruan. Sebagian peralatan backpack pemadam yang dimiliki Pemkab Kutim merupakan pengadaan 2015 sehingga sebagian unit mengalami penurunan performa.
Mahyunadi menegaskan pemerintah tetap mengedepankan pencegahan dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi.
Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga kondisi Kutim tetap terkendali sekaligus mencegah kebakaran kecil berkembang menjadi karhutla berskala besar yang berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat.
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.