"Ke-200 kelompok tani ternak yang akan mendapat bantuan telah kami cacah di lapangan. Saat ini dalam tahap verifikasi dan lelang pengadaan sapi, sehingga dalam waktu dekat akan kami distribusikan sapinya," kata Kepala Bidang Pembibitan dan Budidaya Dinas Peternakan Kaltim, I Gusti Made Jaya Adhi di Samarinda, Selasa.
Jumlah sapi yang dibantukan kepada 200 kelompok tani (poktan) tersebut merupakan sapi brahman cross dari Australia dengan jumlah mencapai 12.835 ekor, terdiri dari 1.000 ekor sapi pejantan dan selebihnya sapi betina.
Sapi yang diimpor Indonesia melalui bantuan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian tersebut, memang sengaja lebih banyak sapi betina, bahkan di antara sapi tersebut ada yang sedang bunting (hamil).
Sapi betina diperbanyak dengan tujuan untuk mempercepat populasi sapi, karena satu pejantan bisa mengawini beberapa betina, sehingga para betina cepat beranak pinak dan mempercepat populasi sapi.
Menurut ia, bantuan pengadaan sapi oleh pemerintah pusat ini untuk mendukung Kaltim dalam mempercepat populasi, karena Pemprov Kaltim telah berkomitmen mewujudkan populasi sebanyak 2 juta ekor sapi pada 2018.
Sedangkan rincian poktan ternak di delapan kabupaten/kota yang mendapat bantuan sapi tersebut adalah di Kabupaten Kutai Timur terdapat 30 kelompok, Paser (53 kelompok), Kutai Kartanegara (50 kelompok).
Selanjutnya di Kabupaten penajam Paser Utara terdapat 24 kelompok, Kutai Barat (delapan kelompok), Berau (30 kelompok), Mahakam Ulu (dua kelompok), dan Kota Samarinda (tiga kelompok). (*)
Pewarta: M Ghofar: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.