"Terpaksa saya harus bikin program baru, karena fiksnya performa anak-anak awalnya sudah kita programkan pada pertandingan, di 17 April," katanya di Samarinda, Minggu.
Bahkan pada sesi latihan terakhir, Mundari cukup yakin dengan performa para pemainnya bisa meredam tim lawan, dengan beberapa kali laga uji coba melawan tim lokal.
"Padahal anak-anak sudah cukup siap main di tanggal 17 April, namun apa boleh buat karena kondisi memang demikian, harus dimaklumi," kata Mundari.
Menurut dia, pihaknya akan berdiskusi dengan tim pelatih dan manajer tim untuk menyusun program baru, supaya para pemain bisa tetap siap melakoni penundaan pertandingan hingga 8 Mei.
"Bagi pelatih ini menjadi tantangan berat karena pada pertandingan mendatang tim kami membutuhkan tambahan poin kemenangan, apalagi kami bakal melakoni laga derby melawan Persiba," ujarnya.
Meski banyak yang harus diperbuat, namun Mundari masih bisa melihat sisi manfaat dari penundaan laga tersebut, yakni keuntungan bisa melihat permainan Persiba Balikpapan saat menghadapi Mitra Kukar.
Ini sebagai evaluasi tim saja, kata dia, karena Persiba dan Mitra meruapakan lawan kita berikutnya, dan Saya sangat ingin melihat karakter permainan keduanya," terang Mundari.
Selain itu, lanjut Mundari para pemainya punya banyak waktu untuk beradaptasi dengan kondisi kandang baru di Stadion Utama Kaltim, Palaran.
"Saya melihat para pemain masih agak canggung bermain di Palaran, mungkin karena stadionnya terlalu besar, dan dengan waktu yang cukup panjang ini kami akan berusaha intensif latihan di Palaran supaya para pemain bisa beradaptasi," ujar Mundari.(*)
Pewarta: Arumanto: Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.