Tenggarong (ANTARA Kaltim) -  Tiga unit rumah tinggal di Gang 4 RT 4 Jalan Sangaji, Kelurahan Baru Kecamatan Kota Tenggarong musnah dilalap si jago merah, Senin (26/8) sekitar pukul 11.00 Wita, yang diawali ledakan  keras dari rumah kosong milik Wardana.

Dalam waktu sekitar 30 menit, delapan mobil pemadam kebakaran dan 2 unit pompa air portabel milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Karetanegara berhasil memadamkan api yang berkobar membakar tiga rumah di kawasan padat penduduk RT 4 Gang 4 Kelurahan Baru Tenggarong.

Jika saja petugas BPBD Kukar tidak sigap kemungkinan besar puluhan rumah di gang sempit padat penduduk itu seluruhnya hangus terbakar.

Menurut Ketua RT setempat Bakri yang juga saksi yang melihat awal terjadinya kebakaran mengatakan musibah  kebakaran yang terjadi di lingkungannya itu diawali dengan suara ledakan keras dari rumah Wardana.

Padahal rumah tersebut kosong ditinggal pemiliknya Wardana ke kantor Bappeda sedang istri Eka pada saat kejadian sedang menjaga warung potokopi miliknya.

Menurut Bakri suara ledakan keras itu sangat jelas terdengar  karena antara rumah Wardana yang menjadi asal api dengan rumahnya  berdampingan. "Hanya berjarak sekitar 5 meter saja," ujarnya.

Suara ledakan itu kemudian langsung menimbulkan kobaran api yang besar hingga mencapai atap rumah, sehingga harta benda yang berada di rumah Wardana satupun tidak dapat diselamatkan karena api cepat menjalar.

Menurut Bakti pemicu ledakan itu belum diketahui pasti, yang jelas bukan dari kompor gas, karena pada saat itu tidak ada aktivitas di rumah tersebut. 

Akibat kebakaran ini pasokan aliran listrik PLN  ke rumah rumah warga di RT 4 Gang 4 tidak dapat dialiri karena kabel listriknya terputus.

Kerugian lain berupa harta benda  seperti 2 unit sepeda motor milik penyewa rumah Kasmadi yang berada di seberang rumah Wardana tidak sempat diselamatkan.

Hingga berita ini diturunkan nilai kerugian belum dapat dihitung, namun tiga unit rumah berkonstruksi kayu tidak dapat dipergunakan lagi karena tinggal puingnya berupa onggokan kayu yang sudah menjadi arang.(*)

Pewarta: Johan A Hakim
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026