Kami tidak jual lagi daging dari Tawau (Malaysia) sebab baru-baru ini ditangkap oleh Dinas Perternakan (Dinas Pertanian Tanaman pangan dan Peternakan Nunukan),"Nunukan (ANTARA Kaltim) - Harga daging segar di Pasar Yamaker Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, hingga hari kedua bulan suci Ramadhan 1434 Hijriyah sebesar Rp90.000 per kilogram.
Haris, seorang penjual daging sapi di Pasar Yamaker Nunukan, Kamis mengatakan, daging yang dijual saat ini adalah daging segar hasil pemotongan rumah potong hewan (RPH) Kelurahan Mansapa Kecamatan Nunukan Selatan dengan harga Rp90.000 per kilogram.
Ia menambahkan, keberadaan daging segar lokal ini maka daging asal Tawau Malaysia telah tidak ada lagi diperjualbelikan pedagang.
"Kami tidak jual lagi daging dari Tawau (Malaysia). Baru-baru ini ditangkap oleh Dinas Perternakan (Dinas Pertanian Tanaman pangan dan Peternakan Nunukan)," ujar Haris.
Selain menjual daging, Haris juga mengaku menjual tulang belulang dengan harga Rp80.000 per kilogramnya.
Sekaitan dengan ketersediaan daging lokal di Kabupaten Nunukan, dia menyatakan tidak akan berani lagi menjual daging yang dipasok dari Malaysia.
Menurut dia, sepanjang masyarakat di wilayah itu berminat membeli daging lokal walaupun harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga daging Malaysia yang hanya pada kisaran Rp50.000-Rp60.000 per kilogram maka dipastikan tidak akan memasok lagi daging dari luar negeri.
Haris yang sehari-harinya menjual daging sapi dan ayam di Pasar Yamaker mengakui selama ini menjual daging asal Malaysia karena daging lokal tidak diminati konsumen akibat harga yang terlalu tinggi.
Namun jika pemerintah Kabupaten Nunukan mampu menyediakan daging setiap hari, maka tidak ada masalah jika beralih menjual daging lokal dengan ketentuan daging dari luar negeri benar-benar dilarang beredar di wilayah itu. (*)
Pewarta: M RusmanEditor : Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.