Opini WTP belum pernah kami dapatkan. Kami berharap tahun ini (2013) kami bisa mendapatkan opini WDP (wajar dengan pengecualian) terlebih dahulu,"
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Pemerintah Kota Samarinda, bertekad meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) pada tata kelola pemerintahan yang baik.

"Opini WTP belum pernah kami dapatkan. Kami berharap tahun ini (2013) kami bisa mendapatkan opini WDP (wajar dengan pengecualian) terlebih dahulu," ungkap Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang saat bersilaturahim dengan Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kaltim yang baru, Bambang Wahyudi Basuki, di Kantor BPKP Kaltim, Senin.

Didampingi Asisten IV Bidang Administrasi dan Umum Burhanudin dan Kepala Inspektorat Daerah (Ipda) Samarinda Hermanus Barus, Syaharie Jaang mengutarakan, Pemerintah Kota Samarinda selama ini telah menjalin kerja sama dengan BPKP, termasuk dalam meningkatkan SDM sebagai upaya menciptakan pengelolaan keuangan yang baik.

"Banyak pegawai kami yang berlatar belakang keuangan, tetapi ternyata penempatannya tidak sesuai bidangnya, ada yang di kelurahan maupun instansi lainnya. Nanti kami akan benahi bersama Kepala Inspektorat Daerah," kata Syaharie Jaang.

Pendampingan yang dilakukan BPKP Kaltim diharapkan Syaharie Jaang bisa meningkatkan opini BPK menjadi WTP.

Sementara Kepala Perwakilan BPKP Kaltim, Bambang Wahyudi Basuki mengatakan, akan selalu mendampingi dan mengawal jalannya pemerintahan kota untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

"Mari kita bergandengan tangan. Selama ini, kita sudah berdampingan dengan Pemerintah Kota Samarinda, hanya saja belum memperoleh WTP," katanya.

"Silahkan pak Barus (Kepala Inspktorat Daerah) berinteraksi dengan kami setiap hari agar bisa saling bekerjasama dan ke depan kami optimistis kinerja kita akan lebih baik. Semoga, WTP bisa diraih Pemkot Samarinda," ungkap Bambang Wahyudi Basuki yang menjabat sebagai Kepala Perwakilan BPKP Kaltim pada 28 Mei 2013.

Ia kemudian menyampaikan perumpamaan yang pernah dikemukakan Kepala perwakilan BPK Kaltim Sri Haryoso Suliyanto.

"BPK itu ahlinya sementara BPKP tukangnya. BPK melihat ada mur yang kendor maka BPKP yang mengencanginya," ujar Bambang Wahyudi Basuki.

Bambang juga berharap di Kaltim ada telur WTP yang menetas, termasuk Kota Samarinda.

"Apa yang akan kita lakukan, kita akan cari tahu dulu permasalahannya, barulah tindaklanjutnya mengatasi masalah. Apa yang harus kita perbaiki, bisa sistem, aturan, kebijakan maupun SOP. Waktu saya di Kalbar, setelah melakukan itu, tahun depannya daerah itu mendapat WTP. Semoga Kota Samarinda juga bisa seperti itu," ungkap Bambang Wahyudi Basuki   (*). 

Pewarta: Amirullah
Editor : Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026