“Kami menyadari bahwa selama ini masyarakat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara tingkat konsumsi terhadap daging sangat tinggi sehingga produksi daging lokal belum mampu memenuhinya,†ujar Kepala Dinas Peternakan Kalimantan Timur (Kaltim) Dadang Sudarya di Samarinda, Rabu.
Dadang yang didampingi Kepala Bidang Perbibitan dan Budidaya ini melanjutkan, berdasarkan hal itu, maka pihaknya terus berupaya agar daerah mampu mencukupi kebutuhan protein asal hewani.
Untuk itu, pihaknya bersama pemerintah pusat melalui Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian RI terus mendorong agar para peternak di Kaltim dan Kaltara mampu meningkatkan populasi sapi maupun kerbau melalui program pembibitan atau ternak bibit.
Pada tahun anggaran 2013 ini, pihaknya segera melakukan distribusi sebanyak 150 ekor sapi dan kerbau kepada sejumlah kelompok ternak di dua provinsi itu, di antaranya adalah untuk lima kelompok ternak di Kabupaten Nunukan.
Sebanyak 150 ekor sapi dan kerbau itu dibagi rata untuk lima kelompok ternak di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia itu, sehingga masing-masing kelompok ternak akan menerima sebanyak 30 ekor.
Rincian dari lima kelompok ternak itu adalah Kelompok Ternak Padaidi di Desa Sekaduyun Taka, Kecamatan Sungai Menggaris, dengan ketua kelompok bernama Aidil Fitri.
Kemudian Kelompok Ternak Tulip yang diketuai Mulyadi, di Desa Binusan, Kecamatan Nunukan.
Ketiga adalah para peternak yang tergabung dalam Kelompok Ternak Tujuh Lima II dengan ketua Dali. Kelompok ini bermukim di Desa Selisun Kecamatan Nunukan Selatan.
Penerima keempat adalah Kelompok Tani Bumi Harapan yang diketuai oleh Sainal. Para peternak di kelompok ini juga bermukim di Desa Selisun, Nunukan Selatan.
Penerima terakhir atau yang kelima adalah Kelompok Tani Usaha Sama dengan nama ketua Abdul Majid. Kelompok ini menjalankan usahanya di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Sebatik Tengah.(*)
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.