"Pada tahun anggaran 2013 ini Pemprov Kaltim akan memberikan bantuan kepada tiga kelompok ternak di Kabupaten Kutai Kartanegara yang memiliki kawasan eks tambang di desanya masing-masing," kata Plt Kepala Dinas Peternakan Kaltim Dadang Sudarya di Samarinda, Kamis.
Bantuan tersebut berupa sapi Bali yang masing-masing kelompok mendapat 50 ekor, terdiri dari 45 sapi betina dan lima ekor lainnya merupakan sapi pejantan.
Sapi betina diperbanyak agar semakin banyak sapi yang bunting dan melahirkan.
Ia mengatakan sapi bantuan tersebut untuk kegiatan pembibitan, khususnya dalam upaya meningkatkan populasi ternak sapi indukan di Kaltim, apalagi hingga kini populasi sapi di Kaltim masih kurang sehingga masih mendatang dari daerah lain.
Kelompok tani ternak yang diberikan bantuan yakni Kelompok Tani Ternak Gunung Kelulut di Desa Separi dan Kelompok Tani Ternak Hidup Jaya di Desa Kertabuana, Kecamatan Tenggarong Seberang.
Bantuan pada dua kelompok ini karena mereka memanfaatkan kawasan eks tambang batu bara dari PT Kitadin.
Kemudian untuk kelompok Tani Ternak Aman Jaya, Kecamatan Sebulu, yakni untuk pengembangan sapi di lahan kawasan eks tambang batu bara PT Multi Harapan Utama.
Selain itu, ujarnya, disalurkan pula bantuan pengembangan pakan ternak melalui program Hijauan Makanan Ternak (HTM), agar sapi cepat gemuk dan produktif.
Bantuan pengembangan HMT diberikan kepada Kelompok Tani Gunung Jamuan dari Desa Embalut Kecamatan Tenggarong Seberang.
Kelompok ini tahun sebelumnya telah diberikan bantuan pengembangan ternak sebesar Rp300 juta dan insentif sapi betina bunting senilai Rp200 juta.
Sejak dibantu pada 2011, lanjut Dadang, perkembangan dan populasi peternakan sapi di Desa Embalut terus meningkat, bahkan saat ini sudah mencapai 400 ekor sehingga hal ini cukup membanggakan karena keberhasilan peternak itu akan mampu membantu Kaltim dalam upaya mencapai swasembada daging.
Bantuan yang diberikan pada 2011 itu, lanjutnya, selain untuk indukan atau pembibitan juga sebagai sapi penggemukan atau sapi potong. Semua jenis bantuan itu berhasil dikembangkan.
Menurutnya, berkat meningkatnya populasi ternak oleh Kelompok Gunung Jamuan di Desa Embalut itu, maka perusahaan terkait telah memberikan izin bagi penggembalaan di areal eks tambang yang luasnya mencapai 200 hektare, termasuk perusahaan membantu pemagaran kawat. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.