Tentunya, sesuai batas waktu akhir penyelesaian perekaman e-KTP pada minggu kedua Juni 2013 seluruh warga harus melakukan perekaman data e-KTP tersebutSamarinda (ANTARA Kaltim) - Sebanyak 262.932 warga Kota Samarinda, Kalimantan Timur, belum melakukan perekaman data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Samarinda Jony Bactiar, Kamis, menyatakan keterlambatan perekaman data e-KTP itu kemungkinan disebabkan warga berada di luar daerah, sudah pindah, atau meninggal dunia.
"Sesuai petunjuk dari Kementerian Dalam Negeri, untuk menyelesaikan perekaman e-KTP ini perlu dilakukan koordinasi dengan para camat dan lurah," kata Jony Bactiar pada pertemuan dengan seluruh camat dan lurah yang juga dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail, unsur Dirjen Kependudukan Kemendagri RI serta staf Biro Pemerintahan Provinsi Kaltim .
Sebagai langkah penyelesaian proses perekaman e-KTP tersebut kata Jony Bahtiar maka dilakukan penyerahan rekapitulasi data wajib KTP yang belum melakukan perekaman kepada masing-masing kecamatan.
"Tentunya, sesuai batas waktu akhir penyelesaian perekaman e-KTP pada minggu kedua Juni 2013 seluruh warga harus melakukan perekaman data e-KTP tersebut," Jony Bahctiar.
Lurah di bawah koordinasi camat lanjut dia sebenarnya dapat melakukan penyisiran penduduk wajib KTP yang belum melakukan perekaman dengan menggunakan alat bantu `print out` yang dibagikan oleh capil.
Terkait kesalahan data pada e-KTP yang sudah selesai dicetak, lanjutnya memang tidak bisa dilakukan perekaman ulang sebelum data lama dihapus,
"Untuk itu kepada masing-masing ketua RT bila terjadi kesalahan segera lapor ke Dinas Kependudukan untuk ditindaklanjuti ke pusat," sarannya.
Bila terjadi cacat fisik pada kartu, setelah mendapat laporan menurut Neuunus pihaknya akan segera mencetak ulang.
Sementara, Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail meminta seluruh pihak terkait agar dapat bekerja sesuai ketentuan, dan mempertimbangkan batas akhir penyelesaian perekaman data yakni hingga Juni 2013.
"Kota Samarinda sebagai tempat belajar bagi daerah lain di Kaltim, sehingga daerah ini seharusnya menjadi percontohan yang baik terkait program e-KTP," ujar Nusyirwan Ismail. (*)
Pewarta: AmirullahEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.