Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) Johny Anwar di Samarinda, Selasa, mengatakan tujuan utama sensus pertanian adalah untuk mendapatkan data statistik pertanian yang lengkap dan akurat untuk bahan perencanaan maupun evaluasi hasil pembangunan sektor pertanian.
Tujuan lainnya adalah untuk mendapatkan kerangka sampel sehingga dapat dijadikan landasan pengambilan sampel untuk survei pertanian rutin berikutnya.
Kemudian untuk memperoleh berbagai informasi tentang populasi rumah tangga usaha pertanian, rumah tangga petani gurem, jumlah pohon, dan ternak, distribusi penguasaan dan pengusahaan lahan menurut golongan, dan luas area.
Hasil pencacahan lengkap sensus pertanian juga akan digunakan sebagai angka patokan guna memperbaiki perkiraan produksi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan.
Ketika petugas sedang melakukan pencacahan, kata Johny, diharapkan masyarakat dapat memberikan data maupun keterangan yang jujur dan obyektif, yakni tentang usaha pertanian dalam arti luas yang digelutinya.
Kebenaran data tersebut mutlak dilakukan karena akan sangat berguna pada penyusunan data oleh pemerintah, yakni dalam menentukan arah dan langkah selanjutnya. Apabila petani berbohong, maka program yang akan dibuat berdasarkan keterangan masyarakat itu akan sulit tercapai.
Menurutnya, populasi yang dicakup dalam sensus pertanian 2013 meliputi perusahaan berbadan hukum, perusahaan tidak berbadan hukum atau bukan usaha rumah tangga (pesantren, seminari, lembaga pemasyarakatan, dan lain-lain yang mengusahakan pertanian), dan usaha pertanian di rumah tangga.
Sensus pertanian memiliki kompleksitas di urutan dua. Kompleksitas pertama adalah sensus ekonomi. Sementara sensus penduduk memiliki kompleksitas nomor tiga. Kompleksnya sensus pertanian disebabkan luasnya cakupan subsektor di bidang itu.
Sensus ini mencakup seluruh subsektor yang masuk jasa pertanian, seperti tanaman pangan yang meliputi padi dan palawija, tanaman hortikultura yang meliputi sayuran, buah-buahan, tanaman hias, tanaman obat, dan berbagai jenis perkebunan.
Kemudian berbagai jenis peternakan, budidaya dan penangkapan ikan, tanaman kehutanan, perburuan, penangkapan atau penangkaran satwa liar, dan pemungutan hasil hutan seperti rotan, damar, dan lainnya. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.