Pekanbaru (ANTARA News Kaltim) - Atlet Kalimantan Timur Handi Prayitno merebut medali emas wushu dalam Pekan Olahraga Nasional XVIII/2012 kelas sanshou 56-60 kg putra, di Auditorium Universitas Riau, Jumat.
Di partai final Handi Prayitno berhasil mengalahkan Ronaldo Fordonum, atlet tuan rumah Riau.
Emas Handi merupakan emas kedua kontingen Kalimantan Timur di cabang wushu PON 2012. Sebelumnya arthen Mardan merebut emas pada nomor seni (taolou) kelas tai chi tangan kosong dan alat pedang.
Satu medali perunggu juga diperoleh atlet wushu Kaltim Muhammad Al Muharromy di nomor sanshou kelas 56 - 60 Kg.
"Keberhasilan ini di luar dugaan, karena dari awal kami tidak termasuk cabor yang diunggulkan. Justeru tiga medali bisa kami sumbangkan melalui kemanangan Muhammad Al Muharomy, Marthen Mardan T dan Handi Prayitno," kata Pelatih Kepala Wushu Kaltim Opnil seusai pertandingan.
Opnil menyatakan salut atas usaha keras, Handi hingga dia bisa sukses mengalahkan atlet tuan rumah di pertandingan final.
"Dengan keseriusannya Handi bisa menang telak dengan skor 2-0," kata Opnil,
Sementara pelatih sanshou wushu Kaltim Ansharullah mengaku bangga atas prestasi Handi, mengingat persiapan tim wushu menuju PON 2012 bisa dibilang minim.
"Untuk sanshou kami hanya menjalani `try out` ke Semarang, sedangkan nomor seni ke Surabaya dan Singapura. Tapi faktanya wushu Kaltim yang hanya ditarget oleh pemprov satu emas justeru bisa mendapatkan dua emas dan satu perunggu," ungkap Ansharullah.
Ia menambahkan, atlet Wushu Kaltim sebenarnya masih memiliki peluang medali di nomor sanshou kelas lainnya.
Namun, beberapa atlet harus mengakui keunggulan atlet Sumatera Utara (Sumut) yang tercatat sebagai juara umum di PON XVII 2008 dan pesaing dari Jawa Timur yang meraih juara umum Pra-PON.
"Terlepas apapun kami masih bersyukur dengan hasil emas dan perunggu. Karena ada juga atlet yang sudah pernah juara di SEA Games dari Jatim justeru gagal menjadi juara," terang Ansarullah. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2012
Di partai final Handi Prayitno berhasil mengalahkan Ronaldo Fordonum, atlet tuan rumah Riau.
Emas Handi merupakan emas kedua kontingen Kalimantan Timur di cabang wushu PON 2012. Sebelumnya arthen Mardan merebut emas pada nomor seni (taolou) kelas tai chi tangan kosong dan alat pedang.
Satu medali perunggu juga diperoleh atlet wushu Kaltim Muhammad Al Muharromy di nomor sanshou kelas 56 - 60 Kg.
"Keberhasilan ini di luar dugaan, karena dari awal kami tidak termasuk cabor yang diunggulkan. Justeru tiga medali bisa kami sumbangkan melalui kemanangan Muhammad Al Muharomy, Marthen Mardan T dan Handi Prayitno," kata Pelatih Kepala Wushu Kaltim Opnil seusai pertandingan.
Opnil menyatakan salut atas usaha keras, Handi hingga dia bisa sukses mengalahkan atlet tuan rumah di pertandingan final.
"Dengan keseriusannya Handi bisa menang telak dengan skor 2-0," kata Opnil,
Sementara pelatih sanshou wushu Kaltim Ansharullah mengaku bangga atas prestasi Handi, mengingat persiapan tim wushu menuju PON 2012 bisa dibilang minim.
"Untuk sanshou kami hanya menjalani `try out` ke Semarang, sedangkan nomor seni ke Surabaya dan Singapura. Tapi faktanya wushu Kaltim yang hanya ditarget oleh pemprov satu emas justeru bisa mendapatkan dua emas dan satu perunggu," ungkap Ansharullah.
Ia menambahkan, atlet Wushu Kaltim sebenarnya masih memiliki peluang medali di nomor sanshou kelas lainnya.
Namun, beberapa atlet harus mengakui keunggulan atlet Sumatera Utara (Sumut) yang tercatat sebagai juara umum di PON XVII 2008 dan pesaing dari Jawa Timur yang meraih juara umum Pra-PON.
"Terlepas apapun kami masih bersyukur dengan hasil emas dan perunggu. Karena ada juga atlet yang sudah pernah juara di SEA Games dari Jatim justeru gagal menjadi juara," terang Ansarullah. (*)
Editor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2012