Sertu Wisandy Yuliastriono Suwardi seorang Babinsa Pulau Derawan dari Koramil 0902- 03/Tanjung Redeb Kodim 0902/Tanjung Redeb Korem 091/ASN ikut membantu pelestarian penyu, di wilayah Pulau Derawan, Kabupaten Berau.
 

Babinsa ini secara aktif patroli untuk mengecek penyu-penyu yang bertelur dan menjaganya hingga menjadi tukik atau anak penyu.

"Pulau Derawan adalah tempat bertelurnya penyu, rumah bagi ribuan tukik untuk kemudian kembali ke laut. Guna menjaga agar tidak terjadi perburuan telur penyu, setiap malam saya berkeliling pulau memastikan Pulau Derawan bebas dari pencurian telur penyu. Mengecek setiap titik yang menjadi tempat penyu bertelur, " katanya seperti dirilis Penrem 091/ASN, Minggu (23/8) malam.

Dia mengaku tindakannya itu dilakukan karena kewajiban menjaga penyu yang sekarang tergolong satwa dilindungi.

"Saya juga mencintai penyu tersebut. Kalau bukan kitai sendiri, siapa lagi yang akan menjaga penyu-penyu  tersebut,” tambahnya.

Dia menuturkan kecintaannya terhadap alam dan lingkungan teramat tinggi,  meski sebagai Babinsa yang bertugas di pulau kecil itu, hatinya terpanggil untuk terus menjaga telur penyu dari penjarahan orang-orang yang tak bertanggung jawab.

Pak Babin, demikian sapaan warga setempat, juga terus mengedukasi warga soal hewan yang dilindungi itu. Warga pun paham, jika pada malam hari, Pak Babin pasti akan berkeliling pulau untuk mengecek penyu-penyu yang bertelur di pasir pantai.

Wisandy mengaku tidak segan-segan menangkap jika mengetahui ada yang berusaha mencuri telur penyu tersebut. Ia beranggapan, Hal itu merupakan tugas menjaga dan melestarikan salah satu makhluk Tuhan.

“Kalau telur penyu terus menerus dicuri, maka lama-lama bakal punah. Anak cucu kita nanti tidak tahu apa itu penyu,” jelasnya.

Di ketahui Wisandy menjadi seorang Babinsa di Pulau Derawan sejak 2014 lalu. Selama 6 tahun, ia bersama dengan warga menjaga telur penyu tersebut. Dia kerap berkonsultasi dengan salah seorang warga bernama Ading yang membudidayakan penyu.

“Bersama Ading, saya setiap malam berkeliling pulau mencari telur penyu yang kemudian dibudidayakan hingga menjadi tukik,” katanya.

Dia  menjelaskan telur penyu itu memiliki masa inkubasi selama dua bulan. Setelah menjadi tukik, baru bisa dilepas liarkan. Menurutnya Itu suatu kebanggaan  dan kepuasan tersendiri.

Wisandy adalah pria kelahiran Seram Bagian Timur (SBT), Ambon beranggapan, penyu harus dilestarikan, jika punah maka Pulau Derawan akan kehilangan salah satu objek yang biasanya dinikmati wisatawan. Saat ini para wisatawan nyaris setiap hari bisa melihat penyu berenang di sekitar pantai Pulau Derawan 

"Sebagai seorang anggota TNI tentu merasa memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian alam, baik itu tumbuhan maupun hewan," tegasnya.

Wisandy  menceritakan sebelumnya, penyu kerap diburu, baik untuk karapas hingga telurnya. Ia mengaku sedih jika ada warga yang menjual karapas penyu yang dijadikan cendera mata.

“Saya kerap menegur warga jika ada yang jual cendera mata dari karapas penyu. Tetapi kini sudah tidak ada lagi yang jualan,”ujar Wisandy.

Pewarta: Arif Maulana

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2020