PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mendorong eksportir Indonesia menjadi pemain di pasar global karena bank BUMN itu siap memberikan dukungan dengan menggunakan rantai nilai melalui cabang yang tersebar di luar negeri.


"Kami berkomitmen untuk memfasilitasi perolehan cadangan devisa dengan memberikan fasilitas trade finance dan layanan yang tepat guna mendorong ekspor," kata Direktur Tresuri dan Internasional BNI Putrama Wahju Setyawan di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, di masa pandemi COVID-19 yang mengakibatkan ketidakstabilan perekonomian dunia dan Indonesia, bank pelat merah ini tetap membantu upaya agar perdagangan internasional pelaku usaha Indonesia tetap tumbuh.

Salah satu yang sedang digarap BNI, kata dia, adalah rantai nilai global ekspor produk perikanan.

Selama semester pertama 2020, volume transaksi komoditas ekspor perikanan mencapai Rp2,6 triliun atau tumbuh 10,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kisah sukses ekspor perikanan ini dialami salah satu nasabah BNI yang terbantu transaksi ekspornya di tengah pandemi, yaitu PT Satya Trinadi Komira Perkasa.

Perusahaan ini mampu membukukan pertumbuhan volume transaksi selama semester pertama 2020 sebesar 25,04 persen.

Pengekspor ikan yang dibekukan ini memasarkan produknya ke China dan Taiwan, yang selama pandemi memberlakukan kebijakan ketat, terutama dalam layanan transaksional, logistik, dan perbankan.

China dan Taiwan merupakan dua perekonomian yang berada dalam area bisnis Kantor BNI Cabang Hong Kong dan didukung Business Representative Officer yang ditempatkan di Taiwan.

PT Satya Trinadi Komira Perkasa merupakan salah satu dari banyak perusahaan Indonesia, merambah pasar internasional yang mendapatkan pelayanan perbankan BNI.

Sementara itu, perusahaan asal Indonesia yang mengekspor ke Jepang dilayani Kantor BNI Cabang Tokyo, salah satunya adalah PT Perikanan Nusantara (Persero).

BUMN itu telah memanfaatkan eksistensi jaringan BNI di luar negeri untuk bertransaksi dengan para pembeli mereka sehingga proses penerimaan pembayaran ekspor ikan menjadi semakin mudah.

Demikian juga di belahan dunia yang lain seperti Kantor BNI Cabang New York juga memberikan fasilitas pembiayaan kepada Crystal Cove yang merupakan pembeli dari KELOLA Group, yang merupakan debitur BNI di Surabaya.

Tak hanya itu, lanjut dia, bank BUMN ini juga berupaya untuk meningkatkan layanan kepada nasabah eksportir dengan fitur BNI Trade Online (BTO) yang terintegrasi dengan platform perbankan digital BNI berbasis web.

Ketersediaan layanan BTO memberikan fleksibilitas kepada para nasabah untuk dapat lebih mudah mengajukan proses terkait instrumen transaksi perdagangan luar negeri.

Instrumen transaksi itu seperti Letter of Credit (L/C), Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), hingga Guarantee yang dapat diakses dengan mudah di mana dan kapan saja.

Sementara itu, salah satu pelaku usaha ekspor Edwin Juliantio mengatakan BTO memiliki fitur yang memudahkan dan dapat dimanfaatkan melalui perangkat elektronik apapun yang terkoneksi internet.

“Pengalaman kami dengan mengakses aplikasi layanan digital BNI, fiturnya mudah digunakan, mampu meminimalisasi waktu proses transaksi dan memudahkan kami dalam memonitoring status transaksi," kata Manager Keuangan PT Binuang Mitra Bersama Blok II, perusahaan yang bergerak di bidang ekspor mineral dan pertambangan itu.

BNI memiliki enam kantor cabang di luar negeri yakni New York, Singapura, Tokyo, Seoul, Hong Kong dan London.

Baca juga: BNI dukung perusahaan Indonesia Go Internasional

Baca juga: BNI raih bank internasional terbaik 2020

Baca juga: BNI terapkan tiga strategi dorong pertumbuhan kredit

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2020