Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Balikpapan akan terus melanjutkan uji swab (usap) massal di Pasar Pandansari, karena baru mencapai 274 orang yang dites.


“Bisa saja kita adakan tes tahap kedua, mengingat jumlah pedagang di situ lebih dari 700 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan yang juga juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty, Rabu.

Hasil tes swab di Pandansari juga akan menjadi rujukan mengingat di pasar ini sudah pernah ada pedagang yang tertular COVID-19 dan meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit. Menurut dr Juliarty, sedang di-tracking orang-orang yang dekat dengan mendiang atau pernah berinteraksi dengannya dalam waktu dekat-dekat ini.

Uji swab massal dilakukan di lokasi yang dinilai memiliki risiko penyebaran. Karena itu uji swab juga digelar di pasar tradisional lainnya, yaitu di Pasar Klandasan, Pasar Baru Pasar Sepinggan.

“Ini upaya kita menjaga pedangan dan pembeli, warga Balikpapan, dan melacak penyebaran COVID-19,” lanjut dr Juliarty.

Ali, pedagang bahan makanan pokok di Pasar Pandansari mengaku sudah 4 kali mengikuti rapid test. “Semunya diadakan sama perusahaan. Kan saya juga kerja di kilang Pertamina. Kalau sekarang lagi bantu istri jualan,” tuturnya.

Menurut Ali, tes swab ini memberikan kepastian kepada sesama pedagang dan juga pembeli bahwa pasar aman dari penyebaran COVID-19.

“Ya Alhamdulillah dengan adanya ini kita tau perkembangan kesehatan kita. Jadi jangan khawatir datang ke pasar,” tambahnya.

Sejauh ini pembeli dan penjual, kata Ali, mengenakan masker. “Ya kita pakai masker. Pembeli juga,” kata Ali yang berjualan sejak pasar masih berupa bangunan dari kayu.

Selain pasar, Pelabuhan Semayang juga akan menjadi tempat uji swab.

“Pelabuhan itu fokus kita berikutnya. Karena rata-rata penumpang kapal laut nggak bawa surat keterangan PCR,” lanjut dr Juliarty.

Ia menambahkan saat ini sedang dikomunikasikan dan koordinasi dengan PT Pelindo IV selaku pengelola Pelabuhan Semayang agar bisa dilakukan swab massal baik untuk penumpang, buruh angkut, buruh bongkar muat pelabuhan, sampai para pedagang di sekitar pelabuhan.

Untuk memenuhi kebutuhan swab massal ini, Dinas Kesehatan mengajukan permohonan bantuan untuk rapid test sebanyak 8000 dan PCR800 reagen untuk kebutuhan tiga bulan. Tes akan digelar bersamaan dengan kedatangan kapal penumpang yang banyak membawa penumpang yang turun di Pelabuhan Semayang.
 

Pewarta: Novi Abdi

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2020