BUMN Karya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp18,1 triliun untuk tahun ini.


"Penggunaan masih di bawah 10 persen dari capex sebesar Rp18 triliun itu," ujar Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, belum maksimalnya penggunaan dana capex itu dikarenakan kebutuhan perseroan yang relatif masih rendah.

"Kami masih banyak meng-utilize uang dari operasional perusahaan," katanya.

Ia menambahkan pihaknya akan menggenjot serapan belanja modal pada semester kedua 2019 seiring cukup banyaknya proyek yang ditawarkan kepada perusahaan.

Selain itu, lanjutnya, banyak proyek investasi yang didapatkan akhir 2018. Dengan demikian, saat ini masih dilakukan proses desain.

Sementara itu, emiten berkode saham WIKA tersebut optimistis dapat meraih target kontrak baru tahun 2019 yang mencapai sebesar Rp61 triliun.

Tumiyana mengemukakan hingga akhir semester pertama 2019, perseroan telah mencatatkan kontrak baru sebesar Rp15,2 triliun, didominasi kontrak antar BUMN.

Berdasarkan catatan, raihan kontrak itu terdiri dari segmen infrastruktur dan gedung berkontribusi sebesar 39,27 persen, segmen energi dan industrial plant 39 persen, segmen industri 17,60 persen, dan segmen properti sebesar 4,12 persen.

"Saya tak akan 'revise down' kontrak. Boleh 'revise', tapi naik," ucapnya.

Ia optimistis kontrak baru akan terus bertambah hingga akhir tahun ini seiring belanja pemerintah yang mulai berjalan dan selesainya proses pemilu yang sempat membuat pelaku usaha "wait and see".

"Sampai dengan kuartal ketiga, kontrak baru akan bergerak ke angka Rp37 triliun," katanya.

Ia menyampaikan WIKA akan terus meningkatkan kapasitasnya dengan mengerjakan proyek-proyek baru berskala besar karena masih memiliki cukup ruang untuk meningkatkan kekuatan permodalan.

"Saat ini, 'net gearing ratio' dan 'gross gearing ratio' perusahaan masing-masing tercatat masih di angka 0,74 persen dan 1,05 persen," katanya. 
 

Pewarta: Zubi Mahrofi

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2019