Salah satu kepala desa (kades) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kuar), Kalimantan Timur, akan mengolah eceng gondok yang selama ini menjadi tanaman pengganggu di Danau Semayang seluas 13.000 hektare yang menjadi tempat berkembangnya Pesut Mahakam.

 

"Danau ini merupakan habitat utama Pesut Mahakam, makanya gulma pengganggu perairan ini akan kami manfaatkan untuk kerajinan tangan demi meningkatkan ekonomi masyarakat," ujar Kepala Desa Pela, Kecamatan Kotabangun, Kabupaten Kutai Kartanegara Supyan Noor, Jumat.

Untuk mengelola eceng gondok tersebut, kini pihaknya telah menyiapkan anggaran Rp150 juta sebagai penyertaan modal bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sehingga BUMDes yang mengelola anggarannya baik untuk pengadaan peralatan hingga pelatihan.

Modal untuk BUMDes sebesar itu bukan hanya untuk mengolah eceng gondok menjadi barang bernilai ekonomis, tapi juga untuk usaha simpan pinjam bagi UKM, kemudian sebagian lagi untuk mengembangkan wisata di desanya.

"Sebelumnya, BUMDes Usaha Bersama di Desa Pela sudah diberikan penyertaan modal usaha sebesar Rp80 juta tahun 2017 dan Rp50 juta tahun 2018," kata Supyan.

Namun tahun ini akan ditambah lagi Rp150 juta karena dia melihat usaha yang dijalankan sebelumnya telah berhasil, seperti mampu membangkitkan minat wisatawan datang dan berjalannya usaha perikanan masyarakat.

Modal yang telah diberikan tersebut ternyata sudah mampu menghidupkan ekonomi kecil warga setempat, menarik minat wisatawan yang berkunjung ke desa, membuka lapangan kerja, dan mampu meningkatkan SDM pengurus BUMDes sehingga ke depan bisa menjadi wirausahawan setelah mereka berpengalaman sebagai pengurus BUMDes.

Usaha yang telah dan sedang dijalankan oleh BUMDes Usaha Bersama saat ini ada dua, yakni kepariwisataan dan jasa simpan pinjam bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK), sehingga para pelaku UMK dapat mengembangkan usahanya setelah mendapat pinjaman modal dari BUMDes.

Sedangkan tambahan modal Rp150 juta yang akan diberikan tahun ini antara lain digunakan untuk menambah dana dalam unit usaha simpan pinjam, melengkapi fasilitas dan peralatan pendukung pariwisata di Danau Semayang dan wisata Sungai Mahakam.

Satu hal yang sangat penting, lanjut Supyan, penyertaan modal Rp150 juta itu, sebagian juga akan digunakan untuk membuat kerajinan tangan berbahan baku eceng gondok seperti sandal, tas, dompet, perlengkapan dapur, dan berbagai aksesoris lain yang menarik.

Bahan baku eceng gondok sangat melimpah di desanya, terutama di sejumlah titik pada Danau Semayang yang luasnya mencapai 13.000 hektare, sehingga eceng gondok yang selama ini dianggap pengganggu tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Pewarta: M.Ghofar

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2019