Samarinda (Antaranews Kaltim) - BOS bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur akan kembali melepasliarkan sebanyak enam orangutan (pongo pygmaeus) di Kawasan Hutan Kehje Sewen, Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Menurut Kepala BKSDA Kaltim Sunandar Trigunajasa kepada awak media di Samarinda, Rabu, enam orangutan tersebut sudah lulus sekolah hutan (SH) di Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Samboja Lestari.

Namun demikian empat orangutan yang diberi nama Arnod, derek, toty sakura sudah lebih dulu ditransitkan ke Pulau Nas, yang lokasinya berdekatan dengan kawasan hutan Kehje Sewen, sementara dua orang utan yakni Seto dan Tinatun masih berada di yayasan BOSF, Samboja Lestari, Kukar.

"Keenamnya akan kita lepasliarkan, mereka akan kita kumpulkan dulu di Pulau Nas, sebelum kita lepaskan di Kehje Sewen," katanya.

Menurut Sunandar, saat ini sudah ada 85 spesies orangutan yang telah dikembalikan ke habitatnya, sejak dilakukannya program pelepasan orangutan tahun 2012 kemarin.

"Kalau ditambah enam spisies ini berarti sudah ada 91 spesies orangutan yang kita selamatkan populasinya," jelasnya.

Sunandar menjelaskan bahwa penanganan orangutan yang sudah keluar dari habitat aslinya tidak semudah yang dibayangkan, apalagi yang pernah dipelihara oleh manusia.

"Menghilangkan stres, trauma dan semacamnya tentu bukan pekerjaan yang mudah, belum lagi banyaknya biaya yang harus dikeluarkan," imbuhnya.

Manajer program BOSF, Agus Irwanto, menambahkan bahwa enam orangutan tersebut rata-rata berumur sepuluh tahun, dan sebelum dilepasliarkan telah dilakukan observasi kelayakan orang utan tersebut tinggal di alam bebas.

"Pastinya mereka akan bisa bertahan hidup di habitatnya, karena setahun sebelumnya kami telah melakukan observasi," katanya.

Ia mengatakan bahwa pelepasliaran orang utan tersebut, teknisnya akan dilakukan bergiliran dengan estimasi jarak kurang lebih 400 meter, untuk setiap spesies orangutan.

"Kami akan melepaskan dulu orangutan yang jenisnya paling bandel, kemudian bergiliran yang lainnya," jelasnya.

Pelepasliaran enam orangutan ke hutan Kehje Sewen tersebut tak hanya didampingi oleh Pejabat BKSDA dan BOSF, namun lebih iatimewa dengan hadirnya dua artis Davina Veronica dan Bunga Jelita Ibrani yang juga tergabung dengan yayasan BOS. (*)

 

Pewarta: Arumanto

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2018