Samarinda (Antaranews Kaltim)  - Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalimantan Timur mengajukan 16 atlet untuk mengikuti program Training Camp (TC) Desentralisasi atlet untuk PON 2020.

Sekretaris Pengprov FPTI Kaltim Ahmad Juanda ketika ditemui wartawan, Rabu, mengatakan 16 atlet ini dipilih berdasarkan prestasi yang diraih setahun belakangan ini, utamanya even ditingkat nasional.

"Mereka merupakan para peraih medali baik berupa emas, perak maupun perunggu di kejurnas, maupun open turnamen di tingkat nasional," jelas Juanda.

Juanda mengakui bahwa 16 atlet tersebut mayoritas memang masih dihuni nama-nama eks PON 2016 silam seperti Angga Cahya, serta si kembar Nova dan Novi Wardani.

"Nama-nama yang kami ajukan masuk TC Desentralisasi ini yang masih potensial untuk dipersiapkan ke PON, tetapi tetap akan ada degradasi jika saat dievaluasi mereka tidak memiliki progres, sehingga digantikan dengan yang lebih baik," ungkap Juanda

Juanda menegaskan 16 atlet yang masuk TC desentralisasi merupakan pemanjat tebing andalan Kaltim di berbagai even.

"Kalau melihat performanya mereka masih bagus-bagus, karena selama ini memang masing menjalani latihan rutin untuk tetap menjaga kondisi mereka, apalagi atlet kami Pengeran Sapto sedang menjalani pelatnas di Yogyakarta," tuturnya.

Meski dihuni skuad PON 2016, Juanda mengatakan bahwa FPTI belum berani memasang target medali di PON 2020 Papua.

Pelaksanaan PON tersebut juga masih lama, dan disisi lain peta kekuatan daerah lain juga belum terdata dengan valid.

Berikut daftar atlet dan pelatih FPTI Kaltim yang dipersiapkan TC Desentralisasi Mandiri:

Jamal (Balikpapan),Angga Cahya (Balikpapan) Pangeran Sapto Wibowo (Balikpapan), Ilham Wahyudi (Kukar),Ari Wahyu (Kukar),Owen Siburian (Balikpapan),Reza Arya (Kukar),Rico (Kukar),Nova Wardani (Balikpapan),Novi Wardani (Balikpapan),Siti (Bontang),Rima (Bontang),Azzah (Samarinda), Annisa (Balikpapan),Zulfatul Mulki (Balikpapan) dan Nurdalena (Bontang).(*)

Pewarta: Arumanto

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2018