Balikpapan (ANTARA Kaltim) - Ucapan terima kasih kepada Raden Ajeng Kartini, pahlawan pergerakan kesetaraan perempuan Indonesia, dituliskan ramai di spanduk besar yang disediakan Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan di SPBU Coco MT Haryono.

"Spanduk ini dari kami untuk memeringati Hari Kartini," kata Humas Pertamina Kalimantan Alicia Irzanova, Jumat.

Spanduk atau backdrop itu disediakan di 10 SPBU di seluruh Kalimantan. Selain di Balikpapan, diantaranya juga ada di Samarinda, Banjarmasin, Palangkaraya, Pontianak, dan di Tarakan di Kalimantan Utara.

Namun demikian, hanya perempuan yang boleh menulis di spanduk itu. Khususnya pelanggan perempuan yang baru selesai membeli BBM di SPBU tersebut, khususnya BBM non subsidi seperti pertamax, pertalite, pertadex, atau dexlite.

Setelah itu mereka diminta mengunggah apa yang dituliskannya ke media sosial. Kemudian ada hadiah 1 liter BBM non subsidi sesuai yang sudah dibeli sebelumnya.

"Jadi selain mengenang jasa Ibu Kartini, juga untuk memberikan penghargaan kepada Kartini-Kartini saat ini," lanjut Irzanova.

Kesempatan memeringati Hari Kartini ini juga digandeng Pertamina untuk terus mempromosikan produk bahan bakar minyak non subsidi.

Keputusan menggunakan BBM non subsidi, lanjut Irzanova, terutama di dalam rumah tangga, tidak terlepas dari persetujuan perempuan yang adalah seorang istri.

Partisipasi perempuan, baik secara langsung mapun tidak langsung, sejak diluncurkan September 2015 lalu, konsumsi BBM non subsidi pertalite terus naik.

Kini di Kalimantan bahan bakar alternatif premium itu dikonsumsi hingga 15.404 kilo liter per bulan, 48 persen lebih banyak dari konsumsi rata-rata 2016.

Begitu juga dengan pertamax yang konsumsinya naik 17 persen, hingga kini dihabiskan 4.387 kilo liter per bulan. (*)

Pewarta: Novi Abdi

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2017