Samarinda (ANTARA Kaltim) - Sebanyak 11.000 ekor sapi dari negara bagian Northen Territory, Australia, segera tiba di Provinsi Kalimantan Timur, untuk selanjutnya dikarantina beberapa hari sebelum didistribusikan kepada sejumlah kelompok ternak di kabupaten/kota setempat.
"Sapi dari Australia itu merupakan sapi bibit jenis Brahman Cros. Rencananya sapi-sapi itu akan tiba di Kaltim awal September 2015 secara bertahap, baik sapi jantan maupun betina, bahkan di antaranya ada yang sedang bunting," kata Kepala Bidang Perbibitan dan Budidaya Dinas Peternakan Provinsi Kaltim I Gusti Made Jaya Adhi di Samarinda, Senin.
Sapi impor tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat yang pengadaannya menggunakan dana APBN, yakni melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.
Tujuan pemerintah mendatangkan sapi dari Australia untuk dikembangkan di Kaltim, agar populasi sapi di daerah ini terus meningkat.
Apalagi, hingga kini Provinsi Kaltim khususnya dan Indonsia umumnya masih kekurangan daging sapi mengingat tingginya konsumsi warga terhadap daging.
Ia menjelaskan jumlah sebanyak 11.000 ekor sapi bibit tersebut terdiri atas 1.100 ekor sapi jantan atau 10 persen, 9.900 ekor atau 90 persen sapi betina, dan terdapat 4.950 ekor atau 50 persen merupakan sapi yang sedang bunting.
"Pemerintah berani mengimpor sapi dari Australia karena sapi jenis Brahman Cross sudah terbukti beranak-pinak atau telah sukses dikembangkan di Kaltim, sehingga ke depan diyakini sapi-sapi tersebut dapat terus berkembang setelah berada di tangan masing-masing kelompok ternak," ujarnya.
Bantuan sapi dari pemerintah juga untuk mendukung program Kaltim yang telah mencanangkan populasi sebanyak 2 juta ekor sapi pada 2018, sehingga melalui bantuan ini diharapkan cita-cita tersebut dapat terwujud dan Kaltim ke depan mampu swasembada daging.
Menurut ia, program 2 juta ekor sapi diyakini bakal terwujud karena banyak pihak yang mendukungnya, seperti pengadaan sapi oleh Pemprov Kaltim, oleh pemerintah pusat, oleh kabupaten/kota, bantuan perbankan, perusahaan sawit, perusahaan tambang, pengusaha ternak, dan oleh kelompok ternak. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2015
"Sapi dari Australia itu merupakan sapi bibit jenis Brahman Cros. Rencananya sapi-sapi itu akan tiba di Kaltim awal September 2015 secara bertahap, baik sapi jantan maupun betina, bahkan di antaranya ada yang sedang bunting," kata Kepala Bidang Perbibitan dan Budidaya Dinas Peternakan Provinsi Kaltim I Gusti Made Jaya Adhi di Samarinda, Senin.
Sapi impor tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat yang pengadaannya menggunakan dana APBN, yakni melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.
Tujuan pemerintah mendatangkan sapi dari Australia untuk dikembangkan di Kaltim, agar populasi sapi di daerah ini terus meningkat.
Apalagi, hingga kini Provinsi Kaltim khususnya dan Indonsia umumnya masih kekurangan daging sapi mengingat tingginya konsumsi warga terhadap daging.
Ia menjelaskan jumlah sebanyak 11.000 ekor sapi bibit tersebut terdiri atas 1.100 ekor sapi jantan atau 10 persen, 9.900 ekor atau 90 persen sapi betina, dan terdapat 4.950 ekor atau 50 persen merupakan sapi yang sedang bunting.
"Pemerintah berani mengimpor sapi dari Australia karena sapi jenis Brahman Cross sudah terbukti beranak-pinak atau telah sukses dikembangkan di Kaltim, sehingga ke depan diyakini sapi-sapi tersebut dapat terus berkembang setelah berada di tangan masing-masing kelompok ternak," ujarnya.
Bantuan sapi dari pemerintah juga untuk mendukung program Kaltim yang telah mencanangkan populasi sebanyak 2 juta ekor sapi pada 2018, sehingga melalui bantuan ini diharapkan cita-cita tersebut dapat terwujud dan Kaltim ke depan mampu swasembada daging.
Menurut ia, program 2 juta ekor sapi diyakini bakal terwujud karena banyak pihak yang mendukungnya, seperti pengadaan sapi oleh Pemprov Kaltim, oleh pemerintah pusat, oleh kabupaten/kota, bantuan perbankan, perusahaan sawit, perusahaan tambang, pengusaha ternak, dan oleh kelompok ternak. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2015