Hasil tangkapan ikan rucah atau ikan non-konsumsi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, mencapai kisaran 200 ton per tahun dinilai bisa memenuhi bahan baku pabrik pengolahan tepung ikan maupun pakan ternak, apabila investor membangun pabrik di kabupaten setempat.

"Ikan rucah bahan baku untuk tepung ikan maupun pakan ternak unggas dan ikan budi daya diperkirakan tidak akan kurang," ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Trasodiharto, Selasa, ketika ditanya menyangkut potensi hilirisasi perikanan laut di Penajam,

Tercatat sekitar 150 kapal nelayan, lanjut dia, menangkap ikan non-konsumsi itu dengan hasil produksi tangkapan nelayan sekitar 200 ton per tahun.

Tangkapan ikan rucah di Kabupaten Penajam Paser Utara membuka peluang bagi investor untuk membangun pabrik tepung ikan, timpal dia lagi, maupun pabrik pakan ternak unggas dan ikan budi daya.

Hasil tangkapan ikan non-konsumsi nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut dijual ke daerah lain yang memiliki pabrik pengolahan tepung ikan maupun pakan ternak unggas dan ikan budi daya.

"Selama ini ikan rucah hasil tangkapan nelayan dikeringkan, kemudian dijual ke daerah lain dijadikan bahan baku tepung ikan atau pakan ternak," katanya.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berupaya melakukan komunikasi dengan penanaman modal atau investor untuk membangun pabrik tepung ikan maupun pakan ikan unggas dan ikan budi daya di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Pabrik tersebut dapat menumbuhkan perekonomian nelayan dan membuka peluang pekerjaan, sehingga perputaran ekonomi di masyarakat bergerak, demikian Andi Trasodiharto.

Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2026